Bos BI Yakin Ekonomi RI Melesat 5,12% di Kuartal II, Ini 3 Motor Penggeraknya

Rahayu Subekti
20 Agustus 2025, 16:47
ekonomi
ANTARA FOTO/Fauzan/nz
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor LPS, Jakarta, Senin (28/7/2025). Berdasarkan hasil rapat tersebut, KSSK menyatakan bahwa stabilitas sistem keuangan RI pada triwulan II tahun 2025 tetap terjaga di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menilai capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 sebesar 5,12% (yoy) menjadi sinyal positif bagi prospek ke depan.

Ia memperkirakan sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di sekitar 5,1%, lebih tinggi dari titik tengah kisaran 4,6%–5,4% yang diproyeksikan BI.

“Ini berarti di sekitar 5,1% (pertumbuhan ekonomi 2025),” ujar Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (20/8).

Menurut Perry, capaian tersebut masih berpotensi lebih tinggi sejalan dengan target pemerintah yang mematok pertumbuhan ekonomi di level 5,2% pada akhir 2025. Namun, hal ini memerlukan koordinasi kebijakan yang lebih kuat antara pemerintah dan BI.

Perry menegaskan, BI akan terus mendukung pemerintah dengan menempuh kebijakan penurunan suku bunga, ekspansi likuiditas, insentif makropprudensial, digitalisasi, hingga pendalaman pasar uang.

“Semuanya itu diarahkan untuk bersama pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” katanya.

Tiga Faktor Penopang Ekonomi Indonesia:

1. Ekspor Tetap Kuat

BI memperkirakan ekspor Indonesia masih akan terus membaik, terutama karena tarif resiprokal yang lebih rendah dari perkiraan. Kinerja ekspor akan didorong oleh sektor pertambangan, perkebunan kelapa sawit, serta produk pertanian dan perikanan.

2. Belanja Pemerintah Ekspansif

Belanja pemerintah yang cenderung ekspansif diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan domestik.

3. Investasi Terus Meningkat

Perry mengatakan investasi di sejumlah sektor terus menunjukkan peningkatan. Sektor yang berorientasi ekspor, transportasi dan pergudangan, serta industri, termasuk alat pertanian menjadi motor utama. Selain itu, berbagai proyek strategis nasional juga terus menyerap investasi.

Menurut Perry, tren positif ini akan semakin optimal dengan dukungan kebijakan Bank Indonesia, seperti penurunan suku bunga, ekspansi likuiditas, insentif makroprudensial, serta digitalisasi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...