Bank Indonesia memperkirakan rupiah akan melemah hingga mencapai Rp 16.430 per USD pada tahun 2026, sejalan dengan ketidakpastian ekonomi global yang berlanjut.
Menko Airlangga menegaskan bahwa tidak akan ada tambahan stimulus ekonomi di kuartal IV 2025, yakin dengan efektivitas stimulus saat ini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menkeu Purbaya mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan III-2025 mencapai 5,04%, didukung konsumsi, investasi, dan kebijakan fiskal yang efektif.
Pada kuartal II 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 5,04% yoy, dipengaruhi oleh faktor musiman dan penurunan konsumsi rumah tangga serta investasi PMTB.
Pada Kuartal III 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,04% tahunan dengan industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan sebagai kontributor utama terhadap PDB, menurut data BPS.
Rupiah diperkirakan terus melemah terhadap dolar AS, dipengaruhi oleh pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia Q3 2025 dan kondisi global yang memperkuat dolar.
IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 8150-8350 disertai perhitungan teknikal dan analisis pasar oleh Phintraco Sekuritas, ditandai dengan tren beragam gelembung.
Menghadapi rilis data ekonomi BPS, ekonom memperkirakan perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III 2025, sementara Bank Indonesia mengungkapkan optimisme yang kuat akan pencapaian.
Menkeu Purbaya menyatakan bahwa iuran BPJS Kesehatan belum akan naik untuk mendukung pemulihan perekonomian Indonesia yang menargetkan pertumbuhan di atas 6%.
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuannya di 4,75% untuk mendukung stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah di tengah kondisi ekonomi global yang tidak pasti.
Apindo mengusulkan agar upah 2026 dihitung berdasarkan formula Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 18 Tahun 2022, yang mempertimbangkan alfa dan pertumbuhan ekonomi, serta inflasi.
Vietnam mencatat pertumbuhan ekonomi kuartalan tertinggi sejak 2011 dengan PDB naik 8,23% pada Kuartal III 2025, melawan dampak tarif perdagangan 20% yang diterapkan oleh AS.