Kisah di Balik Reshuffle Kabinet 8 September dan Terpentalnya Menkeu Sri Mulyani
Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan (reshuffle) kabinet jilid kedua tepat pada tanggal 08 September 2025. Ada lima menteri yang dicopot dari jabatannya, salah satunya Menteri Keuangan Sri Mulyani. Kabar pencopotan ini disampaikan mendadak sehingga mengejutkan para pelaku pasar keuangan.
Pada Senin siang, Sri Mulyani tengah memimpin rapat pimpinan dengan para pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Keuangan. Rapat membahas kondisi ekonomi nasional terkini pasca-aksi demonstrasi dan kerusuhan pekan lalu, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dan persiapan rapat kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Selasa besok.
Selepas jam makan siang, panggilan telepon masuk ke telepon genggam Sri Mulyani. Di ujung telepon, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengabarkan rencana Prabowo mengumumkan pergantian Sri Mulyani pada Senin sore ini. Namun, tak disebutkan alasan pergantian dan siapa Menteri Keuangan baru yang akan menggantikan Sri Mulyani.
“Cuma disampaikan pesan dari Presiden bahwa Sri Mulyani akan mendapat penugasan baru,” kata seorang sumber Katadata yang mengetahui peristiwa tersebut, Senin sore (8/9). Informasi yang sama disampaikan sumber lain Katadata.
Rapat pimpinan para bendahara negara tersebut kemudian bubar dan Sri Mulyani meminta para bawahannya segera ke kantor Kementerian Keuangan untuk menggelar acara penyambutan Menteri Keuangan baru.
Pada waktu yang hampir bersamaan, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mendatangi Istana Presiden Jakarta. Tak cuma Purbaya, di Istana juga terlihat Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono, anggota Komisi XII DPR Mukhtarudin, Kepala Badan Penyelenggara Haji Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), dan Wakil Kepala Badan Haji Dahnil Anzar Simanjuntak.
Tak lama berselang, Menteri Prasetyo mengumumkan Presiden Prabowo melakukan perubahan posisi di lima kursi menteri, yaitu: Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Polkam Budi Gunawan, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding.
Sebagai gantinya, pada Senin sore, Presiden Prabowo langsung melantik Purbaya sebagai Menteri Keuangan, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri P2MI Mukhtarudin, serta Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan dan Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar.
Namun, pos Menko Polkam dan Menteri Olahraga masih kosong. Sebelumnya sempat beredar kabar seorang pejabat di sektor ekonomi diplot menduduki kursi Menko Polkam dan politisi Gerindra sebagai Menteri Olahraga.
Alasan reshuffle kabinet
Menteri Prasetyo menyatakan, keputusan reshuffle kabinet ini merupakan hasil tindak lanjut dari evaluasi personil kabinet belakangan ini. Ia pun menegaskan bahwa pemilihan anggota kabinet merupakan hak prerogatif presiden.
Terkait pergantian Menteri Keuangan, Prasetyo menyatakan Presiden Prabowo memiliki dasar pertimbangan untuk mengevaluasi Sri Mulyani. Ia pun menolak memastikan perombakan tersebut karena Sri Mulyani mundur atau dicopot oleh presiden. “Bukan mundur, bukan dicopot, tapi Bapak Presiden memiliki hak prerogatif. Beliau (Presiden) memutuskan untuk melakukan perubahan formasi.”
Sedangkan Purbaya mengaku tidak tahu alasan pergantian tersebut dan mengapa dirinya yang dipilih oleh Presiden Prabowo. “Hal yang wajar jika Presiden merombak kabinet. Kalau saya pikir itu penyegaran, kan biasa,” katanya.
Namun, Purbaya mengaku sempat unjuk kemampuan di depan Prabowo saat acara Sarasehan Ekonomi 2025 pada awal April lalu. “Kan saya presentasi di sana. Mungkin saya terlihat cukup jago pas di sana,” katanya setengah bercanda. Ia pun menyebut, setelah itu sempat beberapa kali berdiskusi dengan Prabowo membahas masalah ekonomi. “Tapi tidak baru-baru ini sekali,” katanya.
Sebenarnya masa tugas Purbaya selaku Ketua DK LPS akan berakhir awal September ini. Namanya masuk dalam daftar calon Ketua DK LPS periode 2025-2030 yang diumumkan oleh Sri Mulyani selaku Ketua Pansel pemilihan Ketua DK LPS pada awal Agustus lalu.
Seorang pejabat tinggi negara dikabarkan mendukung nama Purbaya untuk diangkat kembali oleh Prabowo sebagai Ketua LPS. “Tapi Purbaya bisa ditempatkan di pos ekonomi mana saja, termasuk di Kementerian Keuangan,” kata pejabat tersebut kepada Prabowo, seperti dikutip oleh seorang sumber Katadata.
Isu pengunduran diri dan pencopotan Sri Mulyani
Sedangkan Sri Mulyani sempat santer dikabarkan mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Prabowo, awal pekan lalu. Permintaan itu seiring dengan musibah aksi penjarahan massa terhadap rumah pribadinya di Tangerang Selatan, Banten, Minggu (31/8).
Namun, sepanjang sepekan terakhir ini tak pernah ada klarifikasi atas kabar pengunduran diri tersebut. Dalam salah satu unggahan pesan di akun media sosialnya pekan lalu, Sri Mulyani menyatakan akan terus bekerja keras, jujur, adil, terbuka, transparan, dan akuntabel dalam mengemban amanat, harapan, serta kepercayaan publik. “Tetap jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” katanya di unggahan pesan lainnya.
Sumber yang dekat dengan Sri Mulyani juga membisikkan, Menteri Keuangan di tiga era presiden tersebut tidak pernah menyatakan pengunduran diri. “Malah sempat bertanya ke bawahannya di Kemenkeu, apakah sebaiknya tampil ke publik untuk menepis isu akan resign agar market tidak goyah,” katanya. “Mundur sih mudah. Tapi negara ini tetap harus kita jaga, untuk anak-cucu kita."
Sejak menjabat kembali sebagai Menteri Keuangan di masa pemerintahan Presiden Prabowo pada Oktober tahun lalu, Sri Mulyani memang beberapa kali dikabarkan akan mundur atau diganti oleh Presiden. Awal tahun ini pun santer beredar kabar Sri Mulyani berniat mundur menyusul kontroversi pemangkasan besar-besaran anggaran negara. Kabar itu sempat direspons negatif oleh para pelaku pasar sehingga indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) merosot.
Kini, awal pekan ini, pengumuman reshuffle kabinet dan dicopotnya Sri Mulyani juga mengejutkan pelaku pasar sehingga menjatuhkan indeks harga saham gabungan (IHSG). Pada sesi pertama perdagangan hingga sekitar pukul 15.30 WIB, IHSG masih di zona hijau. Namun, setelah pengumuman reshuffle kabinet, IHSG berbalik arah ke zona merah hingga turun 1,28% pada penutupan perdagangan di BEI, Senin sore (8/9).
Sebagai Menteri Keuangan yang baru, Purbaya percaya diri dengan kemampuannya untuk memperkuat perekonomian hingga bisa tumbuh sampai 8%. “Mungkin pasar belum tahu, saya ini orang pasar sejak tahun 2010, jadi lebih dari 15 tahun,” kata mantan Staf Khusus Menko Ekonomi 2010-2014, Anggota Direksi PT Danareksa 2013-2015, Deputi Kantor Staf Presiden 2015, Staf Khusus Menko Polhukam 2015-2016, dan Staf Khusus Menko Kemaritiman 2016-2018.
