Saran Hotman Paris ke Purbaya: Dana Rp 200 T Lebih Baik untuk Kredit Padat Karya
Pengacara Hotman Paris memberikan saran kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait penempatan dana Rp200 triliun di perbankan. Sebelumnya, Purbaya menyebut Hotman sempat memprotes kebijakan tersebut karena membuat bunga deposito turun.
Namun, Hotman menegaskan bahwa dirinya justru menyarankan agar dana tersebut dialirkan ke kredit sektor yang paling membutuhkan, bukan sekadar mempermasalahkan penurunan bunga deposito.
“Pengangguran di mana-mana. Harusnya Rp200 triliun itu hanya diperuntukkan untuk kredit padat karya bagi perusahaan yang mempekerjakan banyak karyawan,” ujar Hotman di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (23/9).
Menurutnya, kondisi masyarakat saat ini kian sulit akibat meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan bertambahnya angka kemiskinan. Oleh karena itu, ia menilai dana negara sebaiknya lebih maksimal jika diarahkan ke sektor padat karya.
“Karena itu program utama agar rakyat kita ini aman, jangan sampai terjadi seperti di Nepal. Itu yang utama sebenarnya,” tegasnya.
Meski begitu, Hotman tetap mendukung kebijakan pemerintah. Ia hanya mengingatkan bahwa setiap program memiliki sisi baik dan buruk.
“Ya, kalau bunga deposito di Singapura tinggi, orang akan kabur bawa deposito ke Singapura. Kalau bunga di bank pemerintah sudah rendah, orang akan nabung di bank swasta atau ke Singapura,” kata Hotman.
Purbaya: Tujuan Agar Ekonomi Jalan
Sebelumnya, Purbaya mengaku memang mendapat protes dari Hotman terkait kebijakan penempatan dana pemerintah di perbankan.
“Pak Hotman Paris ya, protes sama saya. Waktu dia memperpanjang depositonya, bunga jadi turun. Dia jadi rugi katanya,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA, Senin (22/9).
Ia menegaskan, penurunan bunga deposito memang salah satu tujuan dari kebijakan mengguyur likuiditas perbankan. Menurutnya, dengan bunga yang lebih rendah, masyarakat terdorong untuk membelanjakan uangnya sehingga roda ekonomi bergerak.
“Kalau belanja kan ekonomi jalan. Atau dia bagi-bagi ke orang, ekonomi jalan. Memang itu tujuannya. Jadi itu merupakan konfirmasi bahwa kebijakan kita mulai jalan,” ujarnya.
Purbaya optimistis konsumsi masyarakat dan investasi akan meningkat karena adanya multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Ini juga ke depannya akan kita sinergikan dengan fiskal dan moneter. Bank Indonesia juga sudah menurunkan (suku bunga acuan) 25 basis poin. Itu tujuannya sama, untuk membantu likuiditas sistem perbankan supaya bunga turun, supaya ekonomi jalan,” katanya.
