Bos BI Sebut Peluang Pemangkasan Suku Bunga Masih Ada, Dua Hal jadi Pertimbangan

Rahayu Subekti
19 November 2025, 17:08
bi, suku bunga, bank indonesia
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan paparan saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/9/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan peluang pemangkasan suku bunga acuan ke depan masih ada. Namun ia mengatakan, BI masih terus mencermati dua hal sebelum memangkas suku bunga.

“Pertama adalah perkiraan inflasi 2025 dan 2026 yang terkendali dalam sasaran 2,5% plus minus 1%,” kata Perry dalam konferensi pers RDG Bulanan BI November 2025, Rabu (19/11).

Pertimbangan yang kedua adalah perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Perry menjelaskan, hal ini karena pertumbuhan ekonomi nasional masih di bawah kapasitas sehingga perlu terus didorong.

“Memang ada ruang penurunan suku bunga acuan BI-Rate lebih lanjut dengan dua pertimbangan tadi,” ujarnya.

BI sebelumnya memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya kembali pada level 4,75% pada November 2025. BI juga masih mempertahankan suku bunganya setelah memangkas hingga 150 basis poin (bps) sejak September 2024.

Kapan BI-Rate Turun Lagi?

Meski demikian, Perry belum bisa memastikan besaran dan waktu pemangkasan BI-Rate ke depan. Ia mengatakan, hal ini harus mempertimbangkan dinamika ekonomi global dan domestik ke depan.

Perry mengatakan, saat ini BI masih akan fokus pada stabilitas perekonomian. “Khususnya stabilitas nilai tukar rupiah agar ekonomi Indonesia berdaya tahan dari ketidakpastian global yang terus berlanjut,” ujar Perry.

Sebab, Perry mengatakan kondisi global sebelumnya sudah membaik dengan adanya kepastian perundingan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS). Namun menurutnya, dalam dua bulan terakhir, ketidakpastian global meningkat kembali.

“Ini karena ada government shutdown yang terlama di dalam sejarah. Kemudian inflasi AS yang tidak turun-turun dan akhirnya Fed Fund Rate itu turunnya lebih sedikit dibandingkan dengan prediksi pasar,” ujar Perry.

Untuk itu, Perry menegaskan BI masih akan fokus menstabilkan nilai tukar rupiah. Selain itu, dia menjanjikan BI untuk memaksimalkan efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter makroprudensial yang telah ditempuh selama ini. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...