IMF Revisi Prospek Ekonomi Global Tahun Ini Lebih Cerah, Apa Faktornya?

Agustiyanti
22 Januari 2026, 11:21
IMF, ekonomi global, ekonomi, pertumbuhan ekonomi
123.rf/bumbledee?
Perkiraan IMF terbaru mengasumsikan tarif efektif AS sebesar 18,5%, turun dari sekitar 25% dalam perkiraan IMF April 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Dana Moneter Internasional atau IMF menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini menjadi 3,3% dari perkiraan sebelumnya yang dibuat pada Oktober 2025 sebesar 3,1%. Prospek yang lebih cerah ini seiring ekonomi dunia yang mulai beradaptasi dengan kebijakan tarif Amerika Serikat dan terjadinya ledakan investasi di bidang kecerdasan buatan atau AI yang mendorong kekayaan aset dan ekspektasi kenaikan produktivitas.

IMF dalam Laporan Prospek Ekonomi Dunia (World Economic Outlook) yang baru dirilis awal pekan ini  memproyeksi ekonomi global tahun depan tumbuh 3,2% atau sama dengan proyeksi sebelumnya. IMF telah merevisi tingkat pertumbuhan global lebih tinggi sejak Juli lalu sebagai respons terhadap kesepakatan perdagangan yang telah mengurangi tarif Presiden Donald Trump yang mencapai puncaknya pada April 2025.

"Kami menemukan bahwa pertumbuhan global tetap cukup tangguh. Jadi, dalam arti tertentu, ekonomi global sedang mengatasi gangguan perdagangan dan tarif tahun 2025 dan keluar lebih baik dari apa yang kami harapkan sebelum semuanya dimulai," kata Kepala Ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas seperti dikutip dari Reuters.

IMF menilai, para pelaku bisnis telah mampu beradaptasi dengan tarif AS yang lebih tinggi dengan mengalihkan rantai pasokan, sementara perjanjian perdagangan telah menurunkan beberapa bea masuk dan Cina telah mengalihkan ekspor ke pasar non-AS. Perkiraan IMF terbaru mengasumsikan tarif efektif AS sebesar 18,5%, turun dari sekitar 25% dalam perkiraan IMF April 2025.

Lembaga ini memperkirakan pertumbuhan AS untuk tahun 2026 sebesar 2,4%, naik 0,3 poin persentase dibandingkan Oktober. Sebagian karena dorongan besar dari investasi besar-besaran dalam infrastruktur kecerdasan buatan termasuk pusat data, chip AI yang canggih, dan daya listrik. IMF sedikit menurunkan perkiraan pertumbuhan tahun 2027 menjadi 2,0%.

IMF juga mengatakan investasi teknologi mendorong aktivitas di Spanyol, yang mengalami peningkatan 0,3 poin persentase pada perkiraan PDB 2026 menjadi 2,3%, dan di Inggris, di mana IMF mempertahankan perkiraannya tidak berubah pada 1,3% untuk tahun 2026.

Laporan IMF mencantumkan AI sebagai salah satu risiko yang cenderung negatif, bersama dengan gangguan pada rantai pasokan dan pasar akibat ketegangan geopolitik serta munculnya kembali ketegangan perdagangan.

Gourinchas mengatakan, ledakan AI menimbulkan risiko inflasi yang lebih tinggi jika terus berlanjut dengan kecepatan yang sangat tinggi. Hal ini terjadi jika ekspektasi peningkatan produktivitas dan keuntungan yang didorong oleh AI tidak terwujud, ini dapat memicu koreksi dalam valuasi pasar yang tinggi yang dapat menekan permintaan.

Gourinchas menilai, keputusan Mahkamah Agung yang menentang tarif Trump berdasarkan undang-undang sanksi darurat juga akan akan menambah ketidakpastian kebijakan perdagangan jika Trump menghidupkan kembali tarif baru menggunakan undang-undang perdagangan lainnya. Keputusan ini kemungkinan akan keluar dalam beberapa hari ke depan. 

Di sisi lain, IMF mengatakan bahwa AI mewakili potensi keuntungan yang signifikan bagi ekonomi global jika lonjakan investasi mengarah pada adopsi yang cepat dan peningkatan produktivitas terwujud serta mendorong dinamisme bisnis dan inovasi.

"Akibatnya, pertumbuhan global dapat meningkat hingga 0,3 poin persentase pada tahun 2026 dan antara 0,1% dan 0,8% per tahun dalam jangka menengah, tergantung pada kecepatan adopsi dan peningkatan kesiapan AI secara global," kata dia. 

Ekonomi Cina yang selama ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi dunia diperkirakan IMF tumbuh 4,5% pada tahun 2026, turun dari kinerja 5,0% yang lebih kuat dari perkiraan pada tahun 2025. Namun, perkiraan ini lebih baik 0,3% dibandingkan proyeksi  Oktober. Peningkatan ini mencerminkan pengurangan 10 dalam tarif AS atas barang-barang Cina selama setahun serta pengalihan ekspor yang berkelanjutan ke pasar lain seperti Asia Tenggara dan Eropa.

Gourinchas mengatakan bahwa Cina berisiko menghadapi kebijakan perdagangan proteksionis yang lebih ketat kecuali jika mengembangkan model pertumbuhan yang lebih seimbang yang kurang bergantung pada ekspor dan lebih bergantung pada permintaan internal.

IMF memperkirakan pertumbuhan zona euro sebesar 1,3% untuk tahun 2026, Naik 0,1 poin persentase dari perkiraan Oktober, didorong oleh peningkatan pengeluaran publik di Jerman dan kinerja yang lebih kuat di Spanyol dan Irlandia. Dana Moneter Internasional (IMF) mempertahankan perkiraan pertumbuhan zona euro 2027 tidak berubah pada 1,4%, mencatat bahwa peningkatan pengeluaran pertahanan Eropa yang direncanakan hanya akan terwujud di tahun-tahun berikutnya.

Jepang juga mengalami sedikit peningkatan pertumbuhan 2026 karena paket stimulus fiskal pemerintah barunya, tetapi Brasil merupakan pengecualian yang mencolok dari tren peningkatan tersebut, dengan penurunan 0,3 poin persentase dalam tingkat pertumbuhan 2026 menjadi 1,6% sejak Oktober. Para pejabat IMF mengaitkan penurunan tersebut sebagian besar dengan kebijakan moneter yang lebih ketat yang diperlukan untuk memerangi lonjakan inflasi tahun lalu.

IMF mengatakan bahwa secara global, inflasi diperkirakan akan terus menurun, dari 4,1% pada tahun 2025 menjadi 3,8% pada tahun 2026 dan 3,4% pada tahun 2027. Gourinchas mengatakan ini memberi ruang untuk kebijakan moneter yang lebih akomodatif yang akan membantu mendukung pertumbuhan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...