Dalam skenario terburuk IMF terkait dampak perang Iran-AS, ekonomi dunia berada diambang resesi dengan asumsi rata-rata harga minyak mencapai US$ 110 per barel.
IMF mengingatkan pemerintah di berbagai negara untuk tidak memaksakan diri menyubsidi harga energi di tengah tingginya harga minyak yang berpotensi berlangsung lama.
IMF dan Pemerintah Lebanon sedang bernegosiasi untuk bantuan keuangan cepat senilai US$ 800 juta hingga US$ 1 miliar guna menyerap dampak perang di Asia Barat terhadap perekonomian Lebanon.
Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih Prabowo dikritik, namun Presiden yakin dapat ciptakan belasan juta lapangan kerja dan pacu pertumbuhan ekonomi 8% meski IMF proyeksikan lebih rendah.
IMF memperingatkan perang antara AS dan Israel melawan Iran berpotensi memicu guncangan ekonomi global, mendorong harga minyak naik dan memperlambat pertumbuhan, terutama di negara berkembang.
IMF tengah menjalankan skenario untuk mengidentifikasi negara calon penerima bantuan pendanaan baru, mengantisipasi dampak krisis dari perang di Asia Barat terhadap perekonomian global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi usulan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk menaikkan Pajak Penghasilan (PPh) karyawan atau PPh 21 demi menjaga defisit APBN tetap di bawah 3%.
Ekonom global Shan Saeed menilai fondasi makro Indonesia makin solid, sejalan dengan penilaian IMF dan respons positif pasar. Stabilitas dinilai menjadi aset strategis Indonesia menuju 2045.
IMF menilai Indonesia tetap menjadi 'bright spot' di tengah ketidakpastian global, dengan ekonomi yang stabil, inflasi terjaga, serta bauran kebijakan yang dinilai efektif menjaga ketahanan nasional.
IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan stabil di kisaran 5% di tahun 2025 dan meningkat sedikit menjadi 5,1% di 2026, sambil menekankan kehati-hatian terhadap risiko global.
IMF memprediksi defisit anggaran APBN Indonesia akan melebar pada 2025 dan 2026, dengan rekomendasi untuk pengelolaan anggaran yang lebih cermat dan efisien.
Ekonomi Indonesia diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi daripada perkiraan IMF pada 2026, menurut Luthfi Ridho dari Dewan Ekonomi Nasional, didukung oleh keadaan global dan penurunan suku bunga.