BPS: Kunjungan Wisman 2025 Tembus 15,39 Juta, Tertinggi Sejak Pandemi
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pemulihan sektor pariwisata Indonesia kian menguat sepanjang 2025. Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 15,39 juta kunjungan, meningkat 10,80% dibandingkan tahun 2024.
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono mengatakan capaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam enam tahun terakhir atau sejak pandemi Covid-19 melanda pada 2020.
“Secara kumulatif untuk wisman di tahun 2025 total kunjungan mencapai 15,39 juta kunjungan. Ini meningkat 10,80% dibandingkan tahun 2024 dan merupakan capaian tertinggi dalam enam tahun terakhir,” ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/2).
Meski demikian, angka tersebut masih sedikit di bawah periode prapandemi. Pada 2019, kunjungan wisman tercatat sebesar 16,1 juta kunjungan.
“Ini tinggal sedikit lagi jika dibandingkan dengan tahun 2019 sebelum pandemi,” kata Ateng.
Malaysia Penyumbang Kunjungan Wisman Terbesar
Secara kebangsaan, Malaysia masih menjadi penyumbang wisman terbesar ke Indonesia, disusul Australia, dan Singapura. Kunjungan dari Malaysia bahkan tumbuh signifikan sebesar 16,26% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pintu masuk utama melalui Bandara Soekarno-Hatta.
BPS juga mencatat sekitar 6,4 juta kunjungan atau 41,3% dari total wisman berasal dari kawasan ASEAN. Kawasan ini menjadi yang pertumbuhannya paling tinggi, yakni melonjak 32,8% secara tahunan.
Sebaliknya, kunjungan dari kawasan Asia di luar ASEAN menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan, yakni turun 9,2% dibandingkan 2024.
Sementara itu, pada Desember 2025 saja, total kunjungan wisman mencapai 1,41 juta kunjungan, terdiri dari 1,22 juta melalui pintu masuk utama (udara, laut, darat) dan 182.867 melalui pintu perbatasan. Angka ini naik 17,25% secara bulanan dan meningkat 14,43% secara tahunan.
Malaysia kembali menjadi penyumbang terbesar pada bulan tersebut dengan porsi 17,3%, diikuti Singapura 14,5% dan Australia 11,0%.
Jika dilihat dari pintu masuk, Bandara Ngurah Rai, Bali, menjadi gerbang utama kedatangan wisman, terutama dari Australia. Peningkatan kunjungan didorong momentum liburan Natal dan Tahun Baru serta musim libur sekolah di sejumlah negara.
“Secara bulanan didorong peningkatan Ngurah Rai sebulanan ini didorong oleh minat kunjungan internasional pada periode liburan Natal dan Tahun Baru atau Nataru serta liburan sekolah di berbagai negara yang mendorong Wisman masuknya ke Bali melalui pintu bandara Ngurah Rai,”ucapnya.
