Jumlah Penduduk Miskin di RI Turun Jadi 23,36 Juta Orang, Mayoritas di Jawa

Ade Rosman
5 Februari 2026, 12:58
kemiskinan, penduduk miskin, BPS
ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/tom.
Dua anak berlari di lingkungan permukiman semi permanen, Muara Baru, Jakarta, Jumat (16/1/2026). Pemprov DKI Jakarta menargetkan penurunan angka kemiskinan di bawah 3 persen dengan jumlah 69,51 ribu hingga 167,27 ribu jiwa keluar dari garis kemiskinan pada 2030 melalui ketepatan program penyaluran manfaat yang didukung optimalisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2025 mencapai 23,36 juta orang atau 8,25% dari penduduk Indonesia. Jumlah penduduk miskin ini turun dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 23,96 juta orang maupun September 2024 sebanyak 24,06 juta orang,

"Tingkat kemiskinan mengalami penurunan, baik di perkotaan maupun pedesaan," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Kamis (5/2). 

Ia menjelaskan, jumlah penduduk miskin di perkotaan pada September 2025 berkurangdari 11,27 juta orang pada Maret 2025 menjadi 11,18 juta orang pada September 2025. Sementara itu pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin di perdesaan berkurang sdari 12,58 juta orang pada Maret 2025 menjadi 12,18 juta orang pada September 2025.

Namun secara persentase,  jumlah penduduk miskin di perkotaan pada September 2025 sebesar 6,60%, naik dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 6,73%. Sementara itu, persentase penduduk miskin di perdesaan pada September 2025 sebesar 10,72%, menurun dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 11,03%.

Orang Miskin Paling Banyak di Pulau Jawa 

BPS mencatat  kemiskinan tertinggi hingga 2025 terdapat di pulau Jawa yang mencapai 12,32 juta pendudun. "Itu sekitar 52,75% dari keseluruhan penduduk miskin di Indonesia,” kata Amalia dalam paparannya. 

Di sisi lain, Amalia menuturkan, jumlah penduduk miskin paling sedikit berada di pulau Kalimantan, yakni sekitar 880 ribu orang. 

Meski demikian, menurut dia, terjadi rata-rata wilayah mengalami penurunan kemiskinan pada tahun lalu.  “Penurunan paling dalam terjadi di wilayah Maluku dan Papua, di mana di wilayah ini turun 0,68% basis poin,” kata Amalia. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...