Usai Moody's Pangkas Outlook Kredit RI, Rupiah Melemah Pagi Ini
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada Jumat (6/2) pagi. Melansir data Bloomberg, rupiah melemah ke level 16.886, atau melemah 44.50 poin (0,20%) pada pukul 09.35 WIB.
Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana menilai sejumlah faktor domestik maupun internasional menjadi penyebabnya. Ia sebelumnya memprediksi adanya apresiasi rupiah ke Rp 16.820 per dolar AS.
“Penurunan outlook sovereign rating Indonesia oleh Moody’s,” kata Fikri kepada Katadata.co.id, Jumat (6/2).
Faktor lainnya karena meningkatnya ekspektasi penurunan fed rate. “Jeleknya data tenaga kerja US, baik weekly initial jobless claims,” kata Fikri.
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG juga dibuka melemah hingga 2,29% bahkan ke level 7.918 pada perdagangan saham hari ini.
Volume yang diperdagangkan tercatat 1,87 miliar, dengan nilai transaksi Rp 1,01 triliun, dan kapitalisasi pasarnya sebesar Rp 14.311 triliun. Merosotnya IHSG usai lembaga pemeringkat kredit Moody’s Ratings mengubah outlook peringkat utang Pemerintah Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil.
Tak hanya itu, indeks bergengsi LQ45 anjlok 2,02%. Seluruh sektor juga turut melemah. Sektor teknologi tergelincir 3,77%, energi 2,56%, dan infrastruktur turun 2,72%. Kemudian diikuti sektor bahan baku melemah 3,02%, transportasi 1,61%, kesehatan 0,66%.
Tak hanya itu, sektor industri juga merosot 2,06%, finansial 1,10%, konsumer siklikal sebesar 2,90%, properti 1,44%, dan nonsiklikal turun 1,13%.
