Mensos Ubah Skema Bansos, Jutaan Warga Rentan Miskin Berpotensi Tersisih
Pemerintah akan mengubah skema penyaluran bantuan sosial atau bansos agar lebih tepat sasaran dengan memprioritaskan kelompok masyarakat paling miskin.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan, program utama seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako ke depan akan difokuskan pada desil 1 dan 2 atau 20% penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah. Perubahan ini dilakukan setelah evaluasi Data Terpadu Kesejahteran Sosial (DTKS) menunjukkan masih banyak kesalahan sasaran penerima bantuan.
“Nah, inilah ada masalah-masalah waktu itu yang kita temukan. Berdasarkan DTKS, masih ada penduduk Desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI JK. Sementara sebagian Desil 6 sampai 10 tercatat sebagai penerima,” ujar Gus Ipul dalam rapat bersama DPR RI Komisi V, Senin (9/2).
Ia menyebut, warga rentan yang belum menerima bantuan iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) mencapai lebih dari 54 juta orang. Di sisi lain, sekitar 15 juta jiwa dari kelompok yang lebih mampu justru masih tercatat sebagai penerima.
“Di mana yang lebih mampu terlindungi, yang lebih rentan justru menunggu,” katanya.
Sepanjang 2025, Kemensos baru mampu melakukan ground check sekitar 12 juta kepala keluarga, jauh di bawah kebutuhan verifikasi yang seharusnya menjangkau lebih dari 35 juta keluarga. Pemerintah kini menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah daerah untuk mempercepat validasi data.
“Berdasarkan DTKS yang terus mengalami pemutakhiran, semakin lama akan semakin akurat. Penetapan desil yang lebar memperlihatkan tingkat inclusion error dan exclusion error yang lebih tinggi,” ujarnya.
Apa itu desil?
Menurut pengertian DTSN, desil adalah pembagian penduduk ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan atau pengeluaran rumah tangga.
Desil 1 merupakan 10% penduduk termiskin, disusul Desil 2 hingga Desil 10 sebagai kelompok paling mampu.
Berikut pembagian kemiskinan berdasarkan desil secara sederhana:
- Desil 1–2: sangat miskin dan miskin ekstrem
- Desil 3–4: miskin–rentan miskin
- Desil 5–6: kelas menengah bawah
- Desil 7–10: menengah hingga mampu
Selama ini, sejumlah bansos masih menjangkau hingga desil 4 bahkan desil 5. Namun skema baru akan mempersempit cakupan.
Gus Ipul menjelaskan, saat ini desil 1–2 diprioritaskan untuk sekolah rakyat, desil 1–4 untuk PKH dan sembako, serta desil 1–5 masih berhak atas PBI JKN. Namun, secara bertahap masyarakat kelompok penerima bantuan itu fokus akan dipersempit.
“Arah kita ke depan nanti Program Keluarga Harapan dan sembako akan difokuskan kepada Desil 1 dan 2. Jika alokasinya masih ada, maka akan dinaikkan kepada Desil 3 dan 4,” katanya.
Pengalihan penerima dilakukan bertahap mulai Mei 2025 hingga Januari 2026. Ia menilai pendekatan berbasis desil membuat kesalahan sasaran menurun signifikan.
“Alhamdulillah sebenarnya kalau kita berpedoman pada desil, eror-nya semakin kecil,” ujar Gus Ipul.
Desil 3–5 Berisiko Tersisih
Namun, pemusatan bansos pada Desil 1–2 berpotensi membuat kelompok rentan di desil 3, 4, dan 5 kehilangan akses bantuan.
Kelompok ini umumnya masih kelompok rentan jatuh miskin saat terjadi guncangan ekonomi, seperti kenaikan harga pangan, PHK, atau bencana.
Sebelumnya, data Dewan Ekonomi Nasional menunjukkan sekitar 45% penerima PKH dan bantuan sembako tidak tepat sasaran. Karena itu, Kemensos melakukan konsolidasi besar-besaran data agar bansos lebih presisi sekaligus efisien secara fiskal.
Untuk program PBI JKN, pemerintah mengalokasikan 96,8 juta penerima dengan anggaran Rp48,78 triliun per tahun. Setiap bulan, sekitar Rp4 triliun disalurkan ke BPJS Kesehatan untuk membayar iuran peserta.
