Penjualan ORI029 Meleset Jauh dari Target, Ini Penjelasan Kemenkeu

Ade Rosman
23 Februari 2026, 08:36
ORI029, investor, surat utang, Utang
bank bjb
ORI029
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Penjualan Obligasi Negara Ritel seri ORI029 tercatat tak memenuhi target penjualan sebesar Rp 25 triliun hingga akhir masa penawaran.  Penjualan surat utang ritel ini hanya mencapai Rp 14,4 triliun atau 57,9% dari target. 

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto menjelaskan,  tak terpenuhinya target penjualan ORI029 ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya karena tidak adanya Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang jatuh tempo selama periode penawaran ORI029, sehingga tidak terjadi reinvestasi dari investor ritel yang sudah ada.

“Tidak adanya SBN Ritel yang jatuh tempo membuat dana yang masuk ke ORI029 sepenuhnya fresh money. Meski secara nominal terlihat lebih rendah, minat investor ritel terlihat masih cukup besar,” kata Suminto kepada Katadata, dikutip Senin (23/2). 

Selain faktor tersebut, kondisi musiman juga menekan minat pembelian. Masa penawaran ORI029 bertepatan dengan periode long weekend, serta mendekati bulan Ramadan dan perayaan Imlek. Situasi ini mendorong rumah tangga untuk meningkatkan kebutuhan likuiditas, sehingga alokasi dana ke instrumen investasi menjadi lebih terbatas.

Meski penjualan ORI029 terbilang sepi, pemerintah tetap optimistis terhadap prospek penerbitan SBN ritel sepanjang 2026. Kemenkeu menilai struktur SBN Ritel yang variatif baik dari sisi jenis kupon, tenor, maupun waktu penerbitan masih mampu menjawab kebutuhan investor dengan profil yang beragam.

“Pemerintah memiliki ruang kebijakan untuk menyesuaikan struktur kupon, tenor, maupun kalender penerbitan dengan mempertimbangkan kondisi pasar keuangan, likuiditas domestik, serta perkembangan suku bunga,” katanya.

Ke depan, menurut dia, SBN Ritel dinilai masih memiliki prospek yang cukup baik. Selain menawarkan imbal hasil yang kompetitif, menurut Suminto, instrumen ini juga memberikan alternatif investasi yang aman, mudah diakses, dan semakin relevan bagi generasi muda yang mulai membangun dan mendiversifikasi portofolio investasinya.

Berdasarkan data yang dipublikasikan salah satu mitra distribusi ORI029, PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit) hingga periode akhir penawaran,  ORI029 tenor 3 tahun dengan imbal hasil 5,45% hanya terserap sebesar 73,22% dari total kuota yang disediakan pemerintah, sedangkan ORI029 tenor 6 tahun dengan imbal hasil 5,8% hanya terserap sebesar 34,95%.

Kupon ORI029 vs Deposito Bank

Kupon ORI 029 sebenarnya lebih tinggi dibandingkan rata-rata bunga deposito perbankan yang saat ini mencapai 4-5%. Namun, lebih rendah dibandingkan dengan kupon ORI seri-seri sebelumnya yang dapat mencapai 6-7% dan beberapa bunga deposito bank digital saat ini. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, rata-rata bunga deposito pada Oktober 2025 sebesar 4,28% untuk tenor satu bulan, 4,98% untuk tenor 3 bulan, 5,15% untuk tenor 6 bulan, 4,82% untuk tenor 12 bulan, dan 4,65% untuk tenor 24 bulan. Bank-bank besar, seperti bank BUMN dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bahkan hanya menawarkan bunga deposito di kisaran 2-3%. 

Meski demikian, terdapat sejumlah bank, terutama bank digital yang masih menawarkan bunga deposito tinggi, di atas tawaran kupon ORI 029.  Berikut daftarnya: 

1. Bunga Deposito Superbank hingga 7,5%

Superbank menawarkan bunga deposito hingga 7,5% per tahun. Bunga deposito tersebut dapat diperoleh nasabah untuk simpanan mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 miliar dengan untuk jangka waktu atau tenor mulai satu bulan hingga 12 bulan. Superbank juga menawarkan deposito dengan tenor 7 hari dan 14 hari untuk simpanan dengan besaran nominal yang sama yakni dengan tawaran bunga 6%. 

Sedangkan untuk simpanan dengan nominal di atas Rp 1 miliar, Superbank menawarkan bunga deposito 6% untuk tenor 7 hari dan 14 hari, serta 6,5% untuk tenor 1 bulan hingga 12 bulan. 

2. Bunga Deposito Bank Neo Commerce hingga 7,5%

Bank Neo Commerce menawarkan bunga deposito hingga 7,5% per tahun. Bunga tersebut dapat diperoleh nasabah untuk simpanan mulai Rp 100 ribu atas penempatan untuk tenor 12 bulan. Namun, nasabah akan memperoleh bunga sebesar 7% untuk tenor 6 bulan, 6,5% untuk tenor 3 bulan, dan 6% untuk tenor 1 bulan, dan 5,5% untuk teno 7 hari. 

3. Bunga Deposito Bank Amar hingga 9%

Bank Amar menawarkan bunga deposito hingga 9% per tahun. Namun, bunga deposito ini  dapat diperoleh nasabah untuk simpanan dengan tenor 36 bulan. Sedangkan untuk tenor jangka pendek yakni 1 bulan, Bank Amar menawarkan bunga deposito sebesar 5,75%. Nasabah dapat menempatkan dana pada produk deposito Bank Amar untuk simpanan mulai Rp 100 ribu. 

4. Bunga Deposito Allo Bank hingga 7,5%

Bank digital milik CT Corp, Allo Bank menawarkan bunga deposito hingga 7,5% per tahun, tetapi dengan syarat dan ketentuan berlaku. Allo Bank memberikan suku bunga deposito sebesar 5,5% per tahun untuk semua jenis tenor, mulai 1 bulan hingga 12 bulan dengan simpanan mulai Rp 1 juta. 

Adapun tambahan suku bunga sebesar 1% akan diberikan sebagai bentuk promosi untuk setiap deposito pertama. Nasabah juga dapat memperoleh promo tambahan bunga 1% pada periode Rabu Serbu.

5. Bunga Deposito Bank Jago hingga 6%

Bank Jago menawarkan bunga deposito maksimal sebesar 6%. Namun, bunga deposito tersebut hanya dapat diperoleh nasabah untuk simpanan minimal Rp 1 miliar dan tenor 1 bulan dan 3 bulan. Sedangkan untuk simpanan dengan nominal yang sama dan tenor 6 bulan dan 12 bulan, akan mendapatkan bunga deposito sebesar 5,75%. 

Nasabah dapat menyimpan dana pada produk deposit Bank Jago mulai Rp 1 juta. Untuk simpanan di bawah Rp 1 juta hingga di bawah Rp 100 juta, suku bunga yang diberikan sebesar 5% untuk tenor 1 bulan dan 5,25% untuk tenor 3-12 bulan. Sedangkan untuk simpanan Rp 100 juta hingga di bawah Rp 1 miliar, suku bunga yang diberikan untuk tenor 1-12 bulan sebesar 5,5%.

Beda Pajak Bunga Deposito dan ORI

Meski bunga deposito yang ditawarkan beberapa bank digital lebih tinggi, tetapi pajak atas bunga deposito lebih besar dibandingkan pajak atas obligasi, termasuk ORI. Pajak penghasilan atau PPh atas bunga deposito ditetapkan sebesar 20%, sedangkan PPh atas obligasi ditetapkan sebesar 10%. 

Berikut simulasi keuntungan deposito vs ORI:

Jika nasabah memiliki uang sebesar Rp 10 juta dan menempatkannya di deposito dengan bunga 7,5% per tahun. Maka nasabah tersebut akan memperoleh bunga sebesar Rp 750.000. Jika dipotong pajak sebesar 20%, maka bunga bersih yang akan diperoleh nasabah sebesar Rp 600 ribu. 

Sedangkan jika nasabah tersebut menempatkannya pada deposito dengan bunga 6%, maka bunga yang akan diperoleh adalah sebesar Rp 600 ribu dengan bunga bersih setelah pajak Rp 480 ribu.

Adapun jika investor menempatkan uang sebesar Rp 10 juta di ORI029 dengan kupon 5,8% per tahun, maka imbal hasil yang akan diperoleh sebesar Rp 580.000. Setelah dipotong pajak sebesar 10%, makan imbal hasil bersih yang diperoleh sebesar Rp 464 ribu.  

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...