Purbaya Bakal Belanja Rp 809 T pada Kuartal I, Pede Pertumbuhan Ekonomi Capai 6%

Image title
23 Februari 2026, 13:09
purbaya, belanja negara, pertumbuhan ekonomi
Katadata/Fauza Syahputra
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun ini mampu mencapai 5,5% hingga 6%. Ekonomi akan didorong oleh belanja negara yang akan ia gelontorkan mencapai Rp 809 triliun dalam tiga bulan pertama 2026.  

“Pertumbuhan ekonomi 2025 akan dipertahankan momentumnya untuk pertumbuhan yang lebih tinggi di tahun 2026. Proyeksi pertumbuhan Q1 2026 mencapai 5,5%-6%. Full year kalau di APBN 5,4%, tapi kami akan dorong ke arah 6% juga,” ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTA, Senin (23/2).

Untuk mengakselerasi pertumbuhan pada awal tahun, pemerintah memastikan belanja negara berjalan optimal.

Belanja negara sebesar Rp 809 triliun,  mencakup sejumlah program prioritas seperti percepatan program MBG sebesar Rp 62 trilium, pembayaran THR ASN dan Polri Rp 55 triliun, program penanganan bencana di Sumatera Rp 6 triliu, dan paket stimulus ekonomi kuartal I sebesar Rp 15 triliun

Purbaya berharap langkah tersebut mampu mendongkrak aktivitas ekonomi sejak awal tuhun. 

Selain belanja pemerintah, dorongan investasi juga menjadi motor utama pertumbuhan 2026. Pemerintah menyiapkan berbagai proyek strategis, termasuk pembangunan 30 ribu unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) senilai Rp90 triliun yang didukung APBN dan Danantara

Selain itu, terdapat pembangunan 190 ribu unit rumah (komersial, subsidi, dan bantuan renovasi/BSPS) senilai Rp20 triliun melalui APBN dan Danantara dan  groundbreaking proyek hilirisasi oleh Danantara senilai US$7 miliar atau sekitar Rp110 triliun

Pemerintah, menurut dia, juga akan memperkuat konsumsi domestik melalui berbagai momentum, seperti libur dan cuti bersama Imlek serta Idul Fitri. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) juga disiapkan guna mendorong mobilitas dan belanja masyarakat di berbagai daerah.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...