CELIOS: Kerugian Negara Capai Triliunan per Minggu Akibat Banyak MBG Terbuang

Image title
24 Februari 2026, 13:58
Sejumlah siswa menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Desa Cot Kumbang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Aceh, Rabu (28/1/2026). Sebanyak 319 orang siswa di sekolah tersebut kembali menikmati menu MBG untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
Sejumlah siswa menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Desa Cot Kumbang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Aceh, Rabu (28/1/2026). Sebanyak 319 orang siswa di sekolah tersebut kembali menikmati menu MBG untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka pascabencana banjir bandang.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Studi Internal yang dilakukan Center of Economic and Law Studies (CELIOS) mengungkap potensi kerugian akibat makanan yang terbuang dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai Rp 1,27 triliun setiap pekan. CELIOS merekomendasikan pemerintah untuk melakukan moratorium sementara terhadap program MBG untuk melakukan reformasi tata kelola.   

“Kalau kita membicarakan MBG memang tidak ada habisnya. Banyak sekali keresahan terutama dari para orang tua. Makanannya itu banyak yang dibuang dan belum ada yang bisa meng-capture sebenarnya loss-nya itu seberapa,” ujar Peneliti CELIOS Isnawati Hidayah dalam konferensi pers, Senin (23/2).

Isnawati mengatakan, CELIOS mencoba melakukan kalkulasi untuk memperkirakan potensi uang negara yang terbuang akibat makanan yang ditolak atau tidak dikonsumsi anak-anak. Ada sejumlah faktor menyebabkan penolakan, antara lain rasa yang tidak sesuai, kebersihan yang dinilai kurang higienis, serta kualitas gizi yang dianggap belum memadai.

CELIOS menghitungnya dalam dua skenario, yakni minimal dan maksimal. Skenario minimal yakni mencapai 62 juta porsi terbuang setiap minggu, dengan estimasi kerugian mencapai Rp 622 miliar per minggu.

Sedangkan dalam skenario maksimal potensi kerugian bisa mencapai Rp1,27 triliun per minggu jika tingkat penolakan lebih tinggi. 

“Kalau kita menggunakan asumsi penolakan maksimal, itu bisa mencapai Rp 1,27 triliun setiap minggunya,” kata Isnawati.

Sebagai informasi, pada kuartal pertama tahun ini, pemerintah berencana membelanjakan APBN sebesar Rp 62 triliun untuk program MBG. Sedangkan pada tahun lalu realisasi belanja sepanjang tahun mencapai Rp 51,5 triliun.  

Menurut perhitungan CELIOS, dalam skenario minimal, dana yang terbuang per bulan setara dengan pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi sekitar 15,5 juta jiwa selama satu bulan penuh.

Sementara dalam skenario maksimal, dana tersebut setara dengan pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi sekitar 31,6 juta jiwa selama satu bulan.

“Jadi sebenarnya uang yang terbuang sebanyak itu dalam perminggunya, kalau kita asumsikan satu bulan saja, bisa untuk membayar BPJS masyarakat secara gratis,” ujarnya. 

Atas temuan tersebut, CELIOS merekomendasikan moratorium sementara program MBG, diikuti reformasi total dalam tata kelola dan distribusi. Selain itu, diperlukan audit transparan serta evaluasi menyeluruh guna mencegah pemborosan anggaran yang lebih besar.

“Rekomendasi kami konsisten, yaitu moratorium, reformasi total MBG, dan audit transparan evaluasi, sehingga mencegah pemborosan uang rakyat yang lebih besar,” kata Isnawati.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...