Purbaya Ikut Dasco, Siap Dukung Agrinas Penuhi Kebutuhan Pikap dari Domestik
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal dukungan jika kebutuhan 105 ribu mobil pikap untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menggunakan produksi dalam negeri. Ia mengaku sependapat dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.
Dasco sebelumnya menyatakan bahwa Presiden Prabowo akan meminta pendapat dari berbagai pihak dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri untuk memproduksi kendaraan tersebut.
“Pak Dasco ada komentar katanya kemarin, kami ikuti Pak Dasco saja,” kata Purbaya di kantor Kemenkeu, Selasa (24/2).
Purbaya meyakini, Presiden Prabowo Subianto juga memiliki tujuan mendorong industri dalam negeri.
"Saya pikir Presiden sih posisinya clear dalam hal ini,” kata dia.
Dasco sebelumnya menyatakan Prabowo akan meminta pandangan dari sejumlah pihak untuk memperhitungkan kesiapan perusahaan dalam negeri untuk memproduksi 105 ribu unit pikap yang semula direncanakan diimpor dari India tersebut. “
Di sisi lain, Dasco juga meminta pemerintah menunda rencana impor 105 ribu mobil pick up (pikap) asal India. Menurutnya penundaan ini harus dilakukan karena posisi Presiden Prabowo Subianto yang masih dalam agenda lawatan di luar negeri.
“Tentunya, Presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut,” kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/2).
Dua perusahaan India, PT Tata Motors dan Mahindra Ltd, sebelumnya mengumumkan akan memasok 105 ribu unit kendaraan pikap untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Agrinas Pangan Nusantara. Impor pikap itu dilakukan untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Tata Motors akan memasok masing-masing 35 ribu unit pick up Yodha dan 35 ribu truk T.7 ke anak perusahaannya PT Tata Motors Distribusi Indonesia. Sementara itu, sebanyak 35 ribu unit pasokan pikap lainnya diimpor dari perusahaan Mahindra & Mahindra Ltd.
