Impor Melonjak 18%, Neraca Perdagangan Januari 2026 Anjlok Jadi US$ 950 Juta

Image title
2 Maret 2026, 11:56
neraca perdagangan, ekspor, impor
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz
Ilustrasi. Ekspor pada Januari 2026 naik menjadi US$ 22,16 miliar, sedangkan impor melonjak menjadi US$ 1,84 miliar.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pusat Statistik mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 sebesar US$ 950 juta, anjlok dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai US$ 3,45 miliar. Hal ini seiring dengan impor yang melonjak hingga 18,21% secara tahunan saat ekspor hanya naik 3,39% secara tahunan. 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, ekspor pada Januari 2026 naik menjadi US$ 22,16 miliar, sedangkan impor melonjak menjadi US$ 1,84 miliar. 

"Surplus pada Januari 2026 ini ditopang pada komoditas nonmigas sebesar US$3,22 miliar, sedangkan neraca migas defisit US$ 2,27 miliar," ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/3). 

Ia menjelaskan, surplus komoditas nonmigas ditopang oleh lemah dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja. Sedangkan defisit neraca komoditas migas  disebabkan oleh minyak mentah, hasil minyak, dan juga gas.

Berdasarkan negara mitra dagangnya, menurut Ateng, surplus terbesar disumbangkan oleh perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat mencapai US$ 1,55 miliar, India sebesar US$ 1,07 miliar, dan Filipina US$ 690 juta. 

"Surplus ke AS terutama didorong oleh mesin dan perlengkapan elektrik, serta bagiannya, alas kaki, serta pakaian dan aksesorisnya," kata dia. 

Sedangkan surplus ke India didorong oleh bakan bakar mineral, serta lemak dan minyak hewan nabati. 

Di sisi lain, menurut Ateng, Indonesia masih mencatatkan defisit perdagangan paling  besar dengan Cina mencapai US$ 2,47 miliar, di susul Australia US$ 0,96 miliar, dan Prancis US$ 0,47 miliar.

Indonesia, menurut dia, banyak mengimpor mesin dan perlengkapan elektrik, serta bagiannya, mesin dan perlengkapan mekanis, serta kendaraan dan bagiannya dari Cina. Sedangkan dari Australia, Indonesia banyak mengimpor logam mulia dan serelia. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...