Impor Melesat 18,2% pada Januari 2026, Didorong Barang Modal

Image title
2 Maret 2026, 15:06
impor, barang modal
ANTARA FOTO/Fauzan/foc.
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai impor Indonesia pada Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, melonjak 18,2% dibandingkan Januari 2025. Lonjakan terutama terjadi pada impor kelompok barang modal. 

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, mengatakan seluruh komponen impor mengalami kenaikan berdasarka golongan penggunaan barang. Impor barang konsumsi naik 11,81% dari US$ 1,64 miliar pada Januari 2025 menjadi US$ 1,84 miliar pada Januari 2026. 

Namun, pendorong utama kenaikan impor berasal dari bahan baku dan penolong yang tumbuh 14,67%, dari US$ 12,97 miliar menjadi US$ 14,88 miliar, dengan andil terhadap kenaikan impor sebesar 10,61%. 

"Selain itu, impor barang modal melonjak 35,23% dari US$3,32 miliar menjadi US$ 4,49 miliar," ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/3). 

Ia menjelaskan, kenaikan impor berdasarkan jenisnya terjadi pada komoditas migas maupun nonmigas. Impor migas tercatat US$ 3,17 miliar atau naik 27,52% secara tahunan, sedangkan impor nonmigas naik 16,71% secara tahunan mencapai US$ 18,04 miliar. 

Pada komoditas nonmigas, menurut dia, kenaikan impor terutama didorong oleh kelompok barang berupa mesin/perlengkapan elektrik yang naik 29,54% menjadi US$ 2,92 miliar, mesin/perlengkapan mekanis naik 16,07% menjadi US$ 2,9 miliar, serta plastik dan barang dari plastik naik 5,92% menjadi US$ 0,95 miliar. 

BPS mencatat, impor paling banyak berasal dari Cina mencapai 43,75% atau setara US$ 7,89 miliar. Ketiga jenis barang yang paling banyak diimpor Indonesia, mayoritas diimpor dari Cina. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...