Purbaya Sebut akan Minta Bonus untuk Pegawai Kemenkeu Jika Tax Ratio Capai 11%

Ade Rosman
10 Maret 2026, 20:28
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026). Kementerian Keuangan realisasi anggaran dan belanja negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp695 triliun atau 2,92
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaj
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026). Kementerian Keuangan realisasi anggaran dan belanja negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp695 triliun atau 2,92 persen dari PDB nasional hingga 31 Desember 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berjanji kepada anak buahnya jika tax ratio atau rasio pajak 2027 mendekati 11%, ia akan meminta bonus pada Presiden Prabowo Subianto. Hal itu, Purbaya ucapkan saat melantik 1.585 pejabat di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (10/3). ‘

Kepada para anak buahnya, Purbaya meminta agar memperbaiki kinerja pajak semaksimal mungkin untuk mencapai ruang fiskal yang besar, karena pengeluaran akan ditingkatkan terus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Purbaya menegaskan Kementerian Keuangan akan memastikan pendapatan negara meningkat dengan signifikan. Di sektor pajak, akan digalakkan lewat digitalisasi yaitu coretax. Ia menyebut, akan mengebut lewat sektor digitalisasi untuk menghindari kebocoran-kebocoran.

“Tapi nanti kita perhatikan juga kesejahteraan Anda. Kalau income-nya naik dengan bagus, let's say tax ratio kita tahun depan bisa naik mendekati 11%, saya akan minta bonus ke Pak Presiden supaya Anda semua dapat bonus dari pimpinan negara ini,” kata Purbaya. 

Purbaya mengatakan peningkatan itu sesuai dengan keinginan Prabowo. Untuk mencapai target itu, Purbaya menegaskan perlunya integritas para anak buahnya.

“Jadi kalau Anda di bawah, kita capaian kita di bawah itu, kita disorotin semua nanti. Yang diincar pertama Pak Dirjen Pajak, habis itu Pak Dirjen Bea Cukai. Saya nomor tiga lah. Habis itu saya, tapi saya nggak bisa lari juga dari itu,” katanya. 

Purbaya pun mengungkapkan, setelah hari raya Idul Fitri ia akan menerapkan cara kerja yang berbeda terhadap para anak buahnya. 

“Saya akan datang ke tempat Anda lebih sering. Anda jangan main-main. Kita bangun bersama-sama pajak, bea cukai supaya income kita bisa naik,” kata dia.

Di sisi lain, Purbaya juga bercerita kepada para anak buahnya bahwa Prabowo Subianto pernah meminta agar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan dibubarkan, dan perannya digantikan oleh lembaga asing seperti Societe Generale de Surveillance (SGS).

Namun, Purbaya mengaku, ketika ia mengikuti rapat dengan Presiden di Istana beberapa pekan lalu, sikap Prabowo sudah berbeda. 

“Ada kemajuan untuk Bea Cukai nih, saya baru tahu. Beberapa minggu yang lalu saya rapat di Istana dengan Pak Presiden. Biasanya dia selalu bilang, ‘Bea Cukai bubarkan, ganti SGS’. Selalu begitu. Kemarin sudah beda,” kata Purbaya di hadapan para anak buahnya.

Bendahara negara ini mengatakan, Prabowo menilai telah ada perbaikan yang berarti di dalam bea cukai sehingga ia tak lagi menyinggu menggantikan peran bea cukai dengan SGS.

“Dia bilang gini, ‘saya lihat ada perbaikan di sana dan saya yakin kita bisa memperbaiki bea cukai sehingga tidak diberikan ke sgs’,” kata Purbaya menirukan omongan Prabowo.

Purbaya pun mengaku sebelumnya jika dalam rapat dengan para petinggi negara utamanya Presiden telah menyinggung bea cukai dan Direktorat Jenderal Pajak, Purbaya ‘mati kutu’. 

“Saya biasanya kalau rapat ke istana kalau mereka mulai ngomong Bea Cukai sama Pajak, gua lemes aja gitu. Tapi itu penghargaan yang luar biasa. Kita belum sampai, tapi sudah dilihat ada kemajuannya. Itu karena kerja keras,” kata dia.

Ia juga mengungkapkan Prabowo memberikan apresiasi atas kinerja kenaikan pajak sekitar 30% pada Januari-Februari 2026. Purbaya mengatakan, pajak dan bea cukai menjadi sorotan istana belakangan karena berkaitan dengan pendapatan negara. 

“Jadi pujian itu merupakan penghargaan ke apa yang kita kerjakan selama ini, sekaligus pecutan. Kalau ke depan turun, celaka kita. Tapi saya yakin kita bisa maju bersama apalagi kalau semuanya semangat menjaga integritas dan meyakini bahwa kinerja Anda bisa mempengaruhi masa depan NKRI. Jadi ke depan saya harap semuanya semangat,” kata Purbaya. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...