Pembagian MBG Dipangkas Jadi 5 Hari per Minggu, Berpotensi Hemat Rp 20 Triliun
Pemerintah memangkas waktu pelaksanaan pembagian program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi lima hari per minggu. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan ini merupakan salah satu langkah penghematan guna mengantisipasi dampak perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
“Pemerintah mendorong optimalisasi program MBG yang diarahkan untuk pembagian makanan segar selama 5 hari dalam seminggu,” kata Airlangga dalam konferensi pers secara daring, pada Selasa (31/3) malam.
Namun demikian, Airlangga memastikan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), asrama, dan daerah dengan tingkat stunting tinggi akan menjadi pengecualian.
“Penghematan dari kegiatan ini mencapai Rp 20 triliun dan keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien produktif dan berdaya tahan,” kata dia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengungkapkan peluang untuk memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis mencapai Rp 40 triliun. Efisiensi anggaran program prioritas Prabowo Subianto ini akan dilakukan dengan memangkas pembagian MBG dari semula 6 hari menjadi 5 hari per pekan.
Purbaya mengatakan, opsi efisiensi ini disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat rapat bersama dengannya dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Perekonomian, pada 16 Maret 2026.
“Jadi ada pengurangan cukup banyak tuh yang dia (Dadan) bilang aja Rp 40 triliun, hitungan kasar, tapi bisa lebih,” kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (25/4). Purbaya menjelaskan, efisiensi ini akan diperoleh, antara lain dengan mengurangi pembagian MBG menjadi lima hari per pekan.
Purbaya menegaskan pemotongan ini bukanlah keputusan darinya, melainkan inisiatif dari BGN. Keputusan ini diambil untuk merespons kondisi APBN yang membutuhkan efisiensi di tengah kondisi konflik geopolitik.
"Jadi jangan dibilang MBG tutup mata, enggak, dia juga melakukan efisiensi,” katanya.
