Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp 17.000 per Dolar AS Imbas Pernyataan Baru Trump

Image title
2 April 2026, 09:30
rupiah, dolar, nilai tukar
Katadata/Fauza Syahputra
Petugas menunjukkan pecahan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif pada perdagangan hari ini, dengan kecenderungan melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Ini setelah pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu kembali ketidakpastian global.

Analis Doo Financial, Lukman Leong, melihat rupiah berpotensi menguat seiring munculnya sentimen risk-on di pasar. Optimisme tersebut didorong oleh harapan meredanya konflik di Timur Tengah setelah Trump sempat menyatakan perang bisa berakhir dalam dua hingga tiga minggu.

 “Rupiah sempat berpotensi menguat di tengah sentimen risk-on oleh harapan perdamaian,” ujar Lukman kepada Katadata.co.id, Kamis (2/4).

Namun, kondisi berbalik setelah pidato terbaru Trump yang justru mengindikasikan eskalasi konflik. Dalam pernyataannya, Trump menyebut Amerika Serikat akan “menyerang” Iran dengan sangat keras dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan.

 Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level di level Rp 16.981 per dolar AS menguat 0,02% atau 4.00 poin. Hingga pukul 09.10 WIB Rupiah perlahan melemah Rp 16.984 per dolar AS melemah 0,01% atau 1.00 poin.

Pada perdagangan hari sebelumnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat di level Rp 16.983 per dolar AS, menguat 58 poin atau 0,34% dibandingkan penutupan Selasa (31/3) di Rp17.041 per dolar AS.

Lukman menyebut, pernyataan Trump dapat langsung mengubah sentimen pasar menjadi risk-off, yang cenderung menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

 Ia memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada dalam kisaran Rp16.900 hingga Rp17.000 per dolar AS. Menurutnya, arah pergerakan rupiah masih sangat bergantung pada dinamika geopolitik global, khususnya perkembangan konflik di Timur Tengah.

Ketidakpastian yang meningkat membuat investor cenderung mencari aset aman (safe haven), seperti dolar AS, sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...