Dunia Kehilangan Produksi Minyak Rp 860 T Akibat Perang, Efeknya Bertahun-tahun

Agustiyanti
19 April 2026, 12:14
minyak, perang iran, hormuz
Reuters
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu (18/4), menyatakan bahwa setiap kapal yang mencoba melewati jalur air tersebut akan menjadi sasaran.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Dunia diperkirakan kehilangan produksi minyak mentah senilai lebih dari US$ 50 miliar atau setara Rp 860 trilin (asumsi kurs Rp 17.188 per dolar AS) yang tidak terealisasi sejak perang Iran pecah hampir 50 hari lalu. Para analis dan perhitungan Reuters memperkirakan, dampak lanjutan dari krisis ini akan terasa selama berbulan-bulan, bahkan hingga bertahun-tahun ke depan.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu (18/4), menyatakan bahwa setiap kapal yang mencoba melewati jalur air tersebut akan menjadi sasaran. Ini adalah sebuah perubahan dramatis kurang dari 24 jam setelah jalur pelayaran penting itu sempat dibuka.

IRGC menyatakan, penutupan Selat Hormuz dilakukan hingga Amerika Serikat mencabut blokade angkatan lautnya terhadap kapal dan pelabuhan Iran. Mereka mengatakan bahwa blokade tersebut merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang sedang berlangsung dalam perang AS-Israel di Iran.

Menurut data Kpler, sejak perang pecah pada akhir Februari, lebih dari 500 juta barel minyak mentah dan kondensat telah hilang dari pasar global. Ini adalah gangguan pasokan energi terbesar dalam sejarah modern.

Analis utama di Wood Mackenzie, Iain Mowat menjelaskan, 500 juta barel minyak yang hilang dari pasar ini setara dengan kebutuhan bahan bakar untuk penerbangan global selama 10 pekan, tidak adanya perjalanan darat oleh kendaraan apa pun di seluruh dunia selama 11 hari, atau tidak ada minyak untuk ekonomi global selama lima hari

Sedangkan menurut perkiraan Reuters, jumlah ini setara dengan hampir satu bulan kebutuhan minyak di Amerika Serikat, atau lebih dari satu bulan minyak untuk seluruh Eropa. Jumlah ini juga dapat disetarakan dengan konsumsi bahan bakar untuk militer AS selama enam tahun dan cukup untuk menjalankan industri pelayaran internasional dunia selama sekitar empat bulan.

Apa yang terjadi?

Negara-negara Teluk Arab kehilangan produksi minyak mentah sekitar 8 juta barel per hari pada Maret, hampir setara dengan gabungan produksi Exxon Mobil (XOM.N) dan Chevron (CVX.N), dua perusahaan minyak terbesar di dunia.

Ekspor bahan bakar jet dari Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Oman turun dari sekitar 19,6 juta barel pada bulan Februari, menjadi hanya 4,1 juta barel untuk bulan Maret dan April sejauh ini berdasarkan data Kpler. Kerugian ekspor tersebut cukup untuk sekitar 20.000 penerbangan pulang pergi antara bandara JFK New York dan London Heathrow. 

Analis minyak mentah senior di Kpler Johannes Rauball menyebut, volume yang hilang tersebut mewakili kerugian pendapatan sekitar US$ 50 miliar dengan rata-rata harga minyak mentah rata-rata sekitar US$ 100 per barel sejak perang terjadi.  Itu setara dengan pengurangan 1% dalam produk domestik bruto tahunan Jerman, atau kira-kira seluruh PDB negara-negara kecil seperti Latvia atau Estonia.

Pemulihan Butuh Bertahun-tahun

Meskipun Menteri Luar Negeri Iran Araqchi mengatakan Selat Hormuz telah terbuka, pemulihan produksi dan aliran diperkirakan akan lambat. Persediaan minyak mentah darat global telah turun sekitar 45 juta barel sejauh ini pada April. Sejak akhir Maret, gangguan produksi telah mencapai sekitar 12 juta barel per hari.

Ladang minyak mentah di Kuwait dan Irak mungkin membutuhkan waktu empat hingga lima bulan untuk kembali ke tingkat operasi normal. Hal ini, menurut Reuall akan memperpanjang kondisi kekurangan stok hingga musim panas.

Kerusakan pada kapasitas penyulingan dan kompleks LNG Ras Laffan Qatar juga menambah kompleksitas produksi minyak di regonal. Perbaikannya diperkirakan akan membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...