Trump Diduga Beri Dana BoP Rp 263 T ke Israel, Purbaya: Kita Gak Komitmen Bayar

Ade Rosman
21 April 2026, 17:33
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers terkait kebijakan transportasi dan BBM di Jakarta, Senin (6/4/2026). Pemerintah memastikan tidak akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026 guna menjaga stabilitas ekonomi dan
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/agr
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers terkait kebijakan transportasi dan BBM di Jakarta, Senin (6/4/2026). Pemerintah memastikan tidak akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026 guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarkat.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia tidak pernah berkomitmen untuk membayar iuran sebesar US$ 1 miliar atau Rp 17 triliun untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP). 

Pernyataan Purbaya ini menanggapi kabar yang menyebut bahwa presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengalihkan dana senilai US$ 17 miliar ke Israel. Semula, dana itu dialokasikan untuk pemulihan Gaza. 

Purbaya menegaskan, Presiden Prabowo Subianto hingga kini menyebut bahwa Indonesia tidak perlu memberi iuran Rp 17 triliun sebagai syarat keanggotaan. 

“Sampai sekarang enggak ada komitmen bayar yang saya tahu dari Presiden ya. Presiden selalu bilang, ‘enggak, kita belum ada komitmen bayar’,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4). 

Prabowo, kata Purbaya, hanya berkomitmen mengirimkan pasukan, namun tidak dengan memberikan uang iuran tersebut. 

“Dia komit kirim pasukan, kita komit kirim pasukan, tapi enggak ada komitmen bayar. Apalagi uang saya dipakai untuk Israel. Jadi itu enggak ada. Jadi saya tidak pernah menerima instruksi dari Presiden untuk menyediakan uang untuk BoP,” katanya. 

Bendahara negara ini juga menegaskan sejak awal memutuskan merapat dengan BoP, Indonesia tidak pernah berjanji untuk turut memberikan iuran dana.

“Presiden juga bilang ‘kita enggak pernah janji’, kira-kira itu. Jadi Presiden posisinya clear kok. Dia masuk situ ingin menjaga kepentingan rakyat Palestina sedekat mungkin,” kata Purbaya. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...