Trump Diduga Beri Dana BoP Rp 263 T ke Israel, Purbaya: Kita Gak Komitmen Bayar
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia tidak pernah berkomitmen untuk membayar iuran sebesar US$ 1 miliar atau Rp 17 triliun untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP).
Pernyataan Purbaya ini menanggapi kabar yang menyebut bahwa presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengalihkan dana senilai US$ 17 miliar ke Israel. Semula, dana itu dialokasikan untuk pemulihan Gaza.
Purbaya menegaskan, Presiden Prabowo Subianto hingga kini menyebut bahwa Indonesia tidak perlu memberi iuran Rp 17 triliun sebagai syarat keanggotaan.
“Sampai sekarang enggak ada komitmen bayar yang saya tahu dari Presiden ya. Presiden selalu bilang, ‘enggak, kita belum ada komitmen bayar’,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4).
Prabowo, kata Purbaya, hanya berkomitmen mengirimkan pasukan, namun tidak dengan memberikan uang iuran tersebut.
“Dia komit kirim pasukan, kita komit kirim pasukan, tapi enggak ada komitmen bayar. Apalagi uang saya dipakai untuk Israel. Jadi itu enggak ada. Jadi saya tidak pernah menerima instruksi dari Presiden untuk menyediakan uang untuk BoP,” katanya.
Bendahara negara ini juga menegaskan sejak awal memutuskan merapat dengan BoP, Indonesia tidak pernah berjanji untuk turut memberikan iuran dana.
“Presiden juga bilang ‘kita enggak pernah janji’, kira-kira itu. Jadi Presiden posisinya clear kok. Dia masuk situ ingin menjaga kepentingan rakyat Palestina sedekat mungkin,” kata Purbaya.
