BI Tahan Suku Bunga 4,75% saat Rupiah Loyo Dekati 17.200/US$

Agustiyanti
22 April 2026, 14:49
Bank Indonesia , suku bunga, bunga BI
ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21-22 Maret 2026. Keputusan ini diambil di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang tengah melemah mendekati 17.200 per dolar AS di tengan kondisi geopolitik yang memanas. 

Suku bunga deposit facility diputuskan tetap sebesar 3,75% dan lending facility tetap sebesar 5,50%.

"Keputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Rabu (22/4).

Perry mengatakan, pihaknya siap menempuh penguatan lebih lanjut kebijakan moneter yang dibutuhkan untuk mempertahankan stabilitas rupiah dan menjaga inflasi. 

Berdasarkan data BI, nilai tukar rupiah pada 21 April 2026 tercatat sebesar Rp 17.140 per dolar AS, melemah 0,87% dibandingkan akhir Maret. Sedangkan berdasarkan data Bloomberg hari ini hingga pukul 14.00 WIB, rupiah berada di level 17.172 pe dolar AS. 

Adapun inflasi IHK pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,48% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 4,76% (yoy). 

BI pun menargetkan inflasi berada di kisaran 2,5% plus minus 1% pada 2026 dan 2027. 

Perry memastikan, BI juga akan memperkuat kebijakan makroprudensial  untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Bank sentral memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 di rentang 4,9–5,7%.

Adapun kebijakan makroprudensial akan dilakukan dengan mempertahankan rasio countercyclical capital buffer (CCyB) sebesar 0%, rasio intermediasi makroprudensial (RIM) pada kisaran 84-94%; rasio pendanaan luar negeri (RPLN) maksimum 35% dari modal bank;  rasio penyangga likuiditas makroprudensial (PLM) sebesar 4% dengan fleksibilitas repo sebesar 5%; dan rasio PLM syariah sebesar 2,5% dengan fleksibilitas repo sebesar 3,5%.

BI juga akan mempublikasikan asesmen transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dengan pendalaman pada suku bunga kredit berdasarkan sektor prioritas yang menjadi cakupan KLM, serta bersinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lain guna mendorong kredit/pembiayaan tinggi melalui Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI).

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...