Rupiah Diprediksi Melemah Hari Ini, Tertekan Kenaikan Harga Minyak
Nilai tukar rupiah diperkirakan kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Analis dari Doo Financial, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS yang didorong oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
“Rupiah diperkirakan akan kembali melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah eskalasi dan ketidakpastian akan perdamaian di timur tengah,” kata Lukman kepada Katadata.co.id, Kamis (23/4).
Berdasarkan Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp 17.245 per dolar AS melemah 0,37% atau 64 poin. Hingga pukul 09.10 WIB Rupiah melemah Rp 17.272 per dolar AS turun 0,53% atau 91 poin.
Adapun pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup di level Rp 17.180 per dolar AS, turun 38 poin atau 0,22% dibandingkan penutupan Selasa (21/4) di Rp 17.142 per dolar AS.
Lukman juga menyebut faktor lainnya seperti kenaikan harga minyak mentah dunia yang turut memberikan sentimen negatif bagi rupiah. Indonesia sebagai negara pengimpor minyak masih rentan terhadap lonjakan harga energi, yang berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan dan menekan nilai tukar.
Dari sisi domestik, keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan juga dinilai belum cukup kuat untuk menahan tekanan eksternal.
Dengan berbagai faktor tersebut, rupiah diproyeksikan bergerak dalam kisaran 17.150 hingga 17.250 per dolar AS pada hari ini.
