Rupiah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, BI Sebut Sejalan dengan Mata Uang ASEAN
Nilai tukar rupiah menembus level Rp 17.300 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (23/4). Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan rupiah masih dalam batas wajar dan sejalan dengan pergerakan mata uang regional.
Menurut data Bloomberg, pada pukul 11.53 WIB rupiah melemah Rp 17.302 anjlok 121 poin atau 0,70%.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan pelemahan rupiah masih dalam batas wajar dan sejalan dengan pergerakan mata uang regional Asia Tenggara.
“Tekanan terhadap rupiah hari ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional. Namun, pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54%,” ujar Destry dalam keterangan resminya, Kamis (23/4).
Bank Indonesia mengatakan bank sentral terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah ini dilakukan melalui berbagai instrumen, mulai dari pasar offshore non-deliverable forward (NDF), pasar domestik spot dan domestic NDF (DNDF), hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Selain itu, BI juga memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter yang pro-pasar guna menjaga daya tarik aset keuangan domestik, terutama di tengah berlanjutnya dampak konflik di Timur Tengah yang memicu ketidakpastian global.
Di tengah tekanan tersebut, dia menyebut posisi cadangan devisa Indonesia tetap terjaga kuat. Hingga akhir Maret 2026, cadangan devisa tercatat sebesar US$ 148,2 miliar, memberikan bantalan yang cukup bagi stabilitas eksternal.
Destry menyatakan, Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur.
“Bank Indonesia senantiasa berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” ujarnya.
