The Fed Diramal Pertahankan Suku Bunga di Tengah Drama Politik Internal

Agustiyanti
28 April 2026, 10:39
the fed, jerome powell
ANTARA FOTO/REUTERS/Elizabeth Frantz/wsj
Jerome Powell akan tetap menjabat sebagai gubernur hingga 2028.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Para pejabat The Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pekan ini. Kebijakan The Fed akan dipengaruhi oleh perkembangan terbaru dalam drama politik seputar peralihan kepemimpinan di bank sentral tersebut. 

Keputusan Departemen Kehakiman pekan lalu untuk menghentikan investigasi kriminal kontroversial terhadap The Fed telah membuka jalan bagi pengesahan Kevin Warsh, pilihan Presiden Donald Trump untuk menggantikan Jerome Powell sebagai ketua Fed. Senator Thom Tillis, yang sebelumnya menghalangi pemungutan suara, kini menyatakan akan mendukung pengesahan Warsh setelah menerima jaminan dari Departemen Kehakiman bahwa investigasi tersebut "benar-benar dan sepenuhnya berakhir."

Komite Perbankan Senat, di mana Tillis adalah anggotanya, dijadwalkan untuk memberikan suara pada nominasi Warsh pada 29 April. Juru bicara Fed saat ini masih menolak berkomentar.

Pertemuan kebijakan terakhir Powell sebagai ketua ini  kemungkinan besar akan minim kejutan.Kekhawatiran tentang bagaimana perang Iran dapat memengaruhi inflasi kemungkinan akan membuat para pembuat kebijakan tidak akan banyak mengambil perubahan.  Suku bunga AS akan tetap di kisaran 3,5% hingga 3,75%.

Para pejabat juga kemungkinan tidak akan memberikan sinyal tegas tentang arah kebijakan selanjutnya. Robert Tetlow, mantan penasihat senior di Fed di Washington, mengatakan, mereka masih kesulitan untuk mengukur bagaimana guncangan energi pada akhirnya akan berdampak, 

Kekhawatiran inflasi meningkat ketika para pejabat terakhir bertemu pada 17-18 Maret. Beberapa pihak bahkan menginginkan The Fed untuk memberi sinyal bahwa langkah selanjutnya mungkin adalah kenaikan suku bunga, meskipun sentimen tersebut tidak cukup kuat untuk dimasukkan ke dalam pernyataan pasca-pertemuan mereka.

Data sejak saat itu menunjukkan harga konsumen melonjak pada Maret dengan kenaikan terbesar dalam hampir empat tahun. Sebagian besar didorong oleh harga bensin dan solar.

Pada saat yang sama, data pasar tenaga kerja dan pengeluaran konsumen tetap kuat. Penjualan ritel melonjak pada bulan Maret dengan kenaikan terbesar dalam setahun, sementara pertumbuhan lapangan kerja pulih dan tingkat pengangguran secara tak terduga turun.

"Dengan angka-angka seperti itu,  The Fed ingin tetap membuka opsi," kata Kepala Ekonom di KPMG Diane Swonk. 

Imbal hasil obligasi dalam beberapa minggu terakhir terbatas pada kisaran yang sempit, dengan kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini berkisar antara 30% dan 60%. Hal itu mungkin berlanjut hingga muncul kejelasan lebih lanjut tentang arah harga minyak.

“Angka inflasi akan meningkat, dan pada saat yang sama, semakin tinggi inflasi, semakin besar pula dampaknya terhadap pertumbuhan,” kata Gregory Faranello, kepala perdagangan dan strategi suku bunga AS untuk AmeriVet Securities.

Investigasi Dihentikan

Namun, untuk saat ini, keputusan kebijakan hanyalah subplot di tengah drama politik yang terus bergulir yang telah menyelimuti The Fed.

Para pejabat Departemen Kehakiman mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka menghentikan penyelidikan mereka terhadap proyek renovasi gedung di Fed yang telah mengacaukan rencana suksesi di bank sentral.

Masa jabatan Powell sebagai ketua berakhir pada 15 Mei, dan Warsh, yang muncul di hadapan Komite Perbankan Senat minggu lalu, menikmati dukungan luas di antara para anggota parlemen Partai Republik. Namun hingga  Tillis mencabut keberatannya atas penyelidikan Departemen Kehakiman, tidak jelas apakah Warsh dapat dikonfirmasi sebelum tanggal tersebut.

Powell juga berjanji untuk tetap berada di Fed sebagai anggota Dewan Gubernur hingga  penyelidikan diselesaikan "dengan transparansi dan kepastian".  Masa jabatan Powell  sebagai gubernur diperpanjang hingga 2028. 

Sejak menerima surat panggilan dari Departemen Kehakiman pada bulan Januari, Powell tetap berpendapat bahwa penyelidikan tersebut merupakan bentuk intimidasi politik yang didorong oleh frustrasi presiden atas keputusan suku bunga di Fed. Ia mendapat dukungan dari banyak anggota parlemen.

Janji Powell untuk tetap menjabat sepertinya tidak akan berubah. Jaksa Agung AS untuk Distrik Columbia Jeanine Pirro yang telah menghentikan penyelidikan,  mengatakan dia akan menunggu hasil tinjauan proyek renovasi Fed oleh Kantor Inspektur Jenderal bank sentral. Dia juga menegaskan bahwa akan memulai kembali melakukan penyelidikan kriminal jika fakta-fakta membenarkannya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...