Defisit APBN April 2026 Turun Jadi Rp 164,4 Triliun

Ade Rosman
19 Mei 2026, 19:38
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melambaikan tangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (5/5/2026). Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Maret 2026 mengalami defisit sebesar
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melambaikan tangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (5/5/2026). Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Maret 2026 mengalami defisit sebesar Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), namun masih dalam kondisi terkendali.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir April 2026 tercatat senilai Rp 164,4 triliun. Angka itu setara 0,64% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, angka ini lebih kecil daripada defisit pada Maret 2026 yang mana menyentuh angka Rp 240,1 triliun atau 0,93% terhadap PDB. 

“Defisitnya Rp 164,4 triliun atau 0,64% dari PDB,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, di kantornya di Jakarta, Selasa (19/5). 

Di sisi lain, bendahara negara itu menuturkan, pendapatan negara hingga April 2026 mencapai Rp 918,4 triliun. Angka itu setara 29,1% dari target tahun ini sebesar Rp 3.153,6 triliun.

Ia menyebut, secara tahunan angka pendapatan ini tumbuh 13,3% (YoY). “Ini jelas lebih bagus prospeknya dibanding tahun lalu ketika kita babak belur,” katanya.

Kenaikan juga terdapat pada realisasi belanja negara yang meningkat 34,3% secara tahunan ke angka Rp 1.082,8 triliun atau setara 28,2% dari target APBN. 

Pada kesempatan yang sama, Purbaya menuturkan catatan keseimbangan primer yang surplus Rp 28 triliun, dan realisasi pembiayaan anggaran Rp 298,5 triliun atau 43,3% dari target APBN. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...