Eskalasi perang di Timur Tengah dorong harga minyak dan ancam stabilitas fiskal Indonesia dengan potensi defisit APBN melampaui batas aman 3% dari PDB.
Jika harga minyak rata-rata mencapai US$ 92 per barel sepanjang tahun, defisit APBN berpotensi melebar hingga sekitar 3,6 hingga 3,7% terhadap PDB apabila tidak ada langkah penyesuaian kebijakan.
Defisit APBN Januari 2026 yang mencapai Rp 54,6 triliun terjadi seiring belanja negara yang mencapai Rp 227,3 triliun dan pendapatan negara sebesar Rp 172,7 triliun.
Purbaya mengklaim kondisi defisit APBN Indonesia lebih sehat dibandingkan dua negara di kawasan, yakni Vietnam dan Malaysia, meski kalah dari sisi pertumbuhan ekonomi pada tahun lalu.
Presiden Prabowo Subianto memastikan defisit APBN 2026 akan terjaga di bawah 3% terhadap PDB dengan kebijakan efisiensi anggaran yang sudah dijalankan pemerintah.
Kurs rupiah berpotensi terus loyo hingga menembus 17.000 per dolar AS seiring tekanan akibat membengkaknya defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Defisit APBN yang membengkak pada November seiring realisasi belanja negara yang mencapai Rp 2.911,8 triliun, lebih besar dibandingkan pendapatan negara Rp 2.351,5 triliun.
IMF memprediksi defisit anggaran APBN Indonesia akan melebar pada 2025 dan 2026, dengan rekomendasi untuk pengelolaan anggaran yang lebih cermat dan efisien.