Istana Respons Pelemahan Rupiah, Optimistis Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat

Muhamad Fajar Riyandanu
5 Juni 2026, 05:15
Mensesneg Prasetyo Hadi bermain catur disela berbincang dengan wartawan di ruang media, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2025).
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/sg
Mensesneg Prasetyo Hadi bermain catur disela berbincang dengan wartawan di ruang media, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Istana Kepresidenan merespons pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (4/6). Mata uang rupiah tercatat sempat menyentuh level Rp18.039 per dolar AS.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menilai kekuatan fundamental ekonomi Indonesia yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi saat ini relatif terkendali. 

"Sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga, insyaallah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (4/6). 

Prasetyo mengatakan pemerintah terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah melalui koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Ia menyebut ketiga lembaga tersebut secara rutin berkomunikasi untuk mengevaluasi sekaligus menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan guna menjaga stabilitas nilai tukar dan perekonomian nasional.

"Berkenaan dengan masalah rupiah, kami, pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah," ujarnya. 

Sebelumnya optimisme terhadap situasi ekonomi dalam negeri juga disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia memastikan pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus level 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) tidak mengganggu kemampuan pemerintah dalam memenuhi kewajiban pembayaran utang.

Menurut dia, kondisi tersebut masih berada dalam skenario yang telah diperhitungkan pemerintah. Purbaya menjelaskan sebagian besar surat utang pemerintah memiliki kupon tetap atau fixed coupon, sehingga kewajiban pembayaran bunga tidak berubah meskipun nilai tukar rupiah melemah.

"Saya lupa, itu kuponnya fixed ya? Harusnya fixed kuponnya. Pembayaran utang lewat bond, ya. Kuponnya sih konstan, cuma pada waktu rupiah melemah ya meningkat kan dalam rupiah pembayarannya," kata Purbaya kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6).

Di sisi lain bendahara negara ini menyatakan pelemahan rupiah saat ini masih berada dalam rentang simulasi yang sebelumnya telah dilakukan pemerintah. "Ini masih dalam range perhitungan kita yang sebelumnya saya sebutkan itu," kata dia.

Purbaya menjelaskan setelah asumsi nilai tukar APBN ditetapkan di level 16.500 per dolar AS, pemerintah telah melakukan berbagai simulasi terhadap potensi perubahan kondisi ekonomi global. Level saat ini, kata dia, masuk dalam perhitungan.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...