Purbaya soal Harga Pertamax Naik 32%: Efek ke Inflasi Minim
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dampak kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang mencapai lebih dari 30% terhadap harga barang atau inflasi relatif minim. Hal ini lantaran kendaraan angkut barang tidak menggunakan Pertamax sebagai bahan bakar.
“Dampaknya (ke inflasi) harusnya relatif minim karena kan Pertamax gak dipakai angkutan barang,” kata Purbaya, ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6).
Namun ketika ditanya langkah pemerintah menjaga agar kuota subsidi BBM tidak jebol, Purbaya menyerahkannya pada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
“Itu nanya ke Pak Bahlil, mesti ada metode lagi. Nozzle control kalau gak salah nanya Pak Bahlil yang ngerti,” kata dia.
Harga Pertamax naik 32,11% dibandingkan awal bulan Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter per hari ini (10/6). Pertamina Patra Niaga juga menaikkan harga BBM atau bahan bakar minyak jenis Pertamax Green 95 dari Rp. 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.
Pertamina menyampaikan, penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green diputuskan setelah dikoordinasikan dengan pemerintah, dan dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi.
Hal ini bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.
“Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,” ujar Roberth dalam siaran pers, Rabu (10/6).
Meski harga Pertamax dan Pertamax Green naik, Pertamina memastikan harga BBM subsidi Pertalite dan Solar tidak berubah. Harga jual kedua produk BBM bersubsidi tersebut tetap dilayani dengan harga jual Pertalite Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.
Berikut daftar harga BBM di SPBU Pertamina per 10 Juni 2026:
- Pertamax (RON 92): Rp 16.250 per liter, sebelumnya Rp 12.300 per liter
- Pertamax Green 95 (RON 95): Rp 17.000 per liter, naik dari harga Rp. 12.900 per liter
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp 20.750 per liter (tetap)
- Dexlite (CN 51): Rp 23.000 per liter (tetap)
- Pertamina Dex (CN 53): Rp 24.800 per liter (tetap).
