Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi, yakni Pertalite dan Solar tak naik hingga akhir tahun sepanjang rata-rata harga minyak dunia tak melampaui US$ 97 per barel.
Ekonom menilai kenaikan Pertamax Rp 2.000/liter saja, masyarakat dinilai tidak siap. Namun beredar kabar harga BBM Pertamax akan naik Rp 5.550 menjadi Rp 17.850/liter. Berikut respons Pertamina.
Beredar kabar bahwa harga BBM non-subsidi akan naik. Pertamax disebut bakal menjadi Rp 17.850 per liter. Kementerian ESDM buka suara terkait kabar ini.
Ketersediaan BBM di wilayah bencana diupayakan terpenuhi lewat penyaluran 1.000 liter Biosolar dan 1.000 liter Pertalite ke Aceh Tengah dan Bener Meriah via jalur udara.
Pertamina Patra Niaga mendistribusikan 2000 liter BBM ke Aceh via pesawat perintis untuk mendukung pemulihan pasca bencana, memastikan kebutuhan energi terpenuhi.
Pertamina Patra Niaga berencana menambah stok bahan bakar minyak (BBM) Pertalite sebanyak 1,4 juta kiloliter. Hal ini dilakukan untuk mengamankan pasokan BBM periode libur Natal dan Tahun Baru 2026
Sales Area Manager Wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) PT Pertamina Patra Niaga Bondan Tri Wibowo menjamin penggunaan bahan bakar minyak (BBM) Pertalite oleh masyarakat melalui SPBU masih aman.
Pertamina membuka 17 posko aduan dugaan motor ‘brebet’ atau mogok setelah mengisi BBM Pertalite di Jawa Timur. YLKI, Ombudsman, dan DPR menilai perlu ada ganti rugi, jika terbukti benar.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM dan Lemigas melakukan peninjauan langsung ke sejumlah SPBU di wilayah Jawa Timur.