BI: Modal Asing Mulai Masuk ke Pasar SBN Usai Suku Bunga Naik
Bank Indonesia menyebut, investor asing mulai menempatkan modalnya di Indonesia usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan dan memperkuat daya tarik instrumen keuangan domestik. Nilai tukar rupiah juga telah kembali menguat di bawah 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, kenaikan suku bunga acuan yang diikuti penguatan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) berhasil menarik kembali minat investor global.
“Setelah kenaikan BI-Rate menjadi 5,50%, serta penguatan imbal hasil SRBI dan SBN, investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan tersebut,” kata Ramdan dalam keterangan resminya, Jumat (12/6).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di level 17.928 per dolar AS, menguat 0,34% atau 60 poin. Namun, nilai tukar rupiah melemah dari posisi pembukaan ke level 17.959 hingga pukul 09.53 WIB.
Menurut Denny, respons positif pelaku pasar tercermin dari meningkatnya aliran modal asing yang masuk ke instrumen SRBI setelah lelang SRBI pada 10 Juni 2026. Selain itu, investor asing juga mulai kembali melakukan pembelian di pasar obligasi pemerintah.
“Aliran masuk modal asing juga mulai kembali terjadi di pasar SBN, terutama pada tenor pendek dan menengah,” ujarnya.
Masuknya kembali dana asing tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang pergerakan rupiah dalam beberapa hari terakhir. BI mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami penguatan dan kini kembali berada di bawah level 18.000 per dolar AS.
Sebelumnya, rupiah sempat tertekan hingga menembus level 18.000 per dolar AS, mencapai level tertingginya.
Denny mengatakan, bank sentral akan terus menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik guna mempertahankan aliran masuk modal asing dan mendukung stabilitas pasar keuangan.
“Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik guna mendukung aliran masuk modal asing,” katanya.
Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, BI juga memastikan akan terus mengoptimalkan kebijakan intervensi di pasar valuta asing, baik di pasar offshore maupun domestik.
“Bank Indonesia juga akan terus mengoptimalkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi NDF di pasar offshore serta transaksi spot dan DNDF di pasar domestik secara konsisten dan terukur,” ujar dia.
