Rupiah Loyo ke 17.843 per dolar AS Imbas Pernyataan AS
Nilai tukar rupiah melemah 39 poin atau 0,22% ke level Rp17.843 per dolar AS pada perdagangan Senin (22/6). Rupiah dinilai tertekan akibat pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait potensi aksi militer di Lebanon.
“Sentimen pasar terguncang setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran tentang potensi aksi militer tambahan kecuali Iran mengambil langkah untuk mengendalikan kelompok Hizbullah yang beroperasi di Libanon,” ujar Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (22/6).
Komentar tersebut muncul ketika Wakil Presiden ASD JD Vance membuka babak baru pembicaraan diplomatik dengan perwakilan Iran di Swiss. Dalam pertemuan itu, Iran disebut telah mendapatkan pengecualian untuk ekspor minyak dan petrokimia, sehingga meredakan kekhawatiran tentang kekurangan pasokan di pasar global dan menekan harga minyak mentah.
Para pejabat tinggi AS dan Iran menyelesaikan putaran pertama pembicaraan mereka di Swiss pada Minggu (21/6), berdasarkan nota kesepahaman yang dicapai pekan lalu. Ini dibutuhkan untuk memperpanjang gencatan senjata setidaknya selama 60 hari lagi.
Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan "kemajuan yang baik" telah dicapai selama pembicaraan di Swiss. Adapun mediator dari Qatar dan Pakistan mengatakan para negosiator telah menyepakati peta jalan menuju kesepakatan yang lebih luas.
“Perhatian pasar pada data ekonomi AS minggu ini, terutama pada perkiraan terakhir angka Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kuartal pertama tahun 2026 dan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE), ukuran inflasi pilihan The Fed akhir pekan ini untuk petunjuk baru tentang arah kebijakan moneter,” kata Ibrahim.
Di sisi lain, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini justru menguat di level Rp17.819 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya 17.826 per dolar AS.
