Rupiah Diproyeksi Makin Melemah Tembus ke Rp 18 Ribu per Dolar AS Hari Ini
Mata uang Garuda mengawali perdagangan akhir pekan ini dengan pergerakan yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini Jumat (24/7).
Melansir dari Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di level Rp 17.982 per dolar AS melemah 0,30% atau 45 poin. Pantauan Katadata hingga pukul 09.08 rupiah menguat tipis berada di level Rp 17.968 per dolar AS naik 0,18% atau 32 poin.
Adapun pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup di level Rp 17.936 per dolar AS. Ini membuat rupiah melemah 0,11% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.917 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah diperkirakan kembali berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Meningkatnya eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia diperkirakan menjadi sentimen utama yang membebani pergerakan mata uang Garuda.
Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah telah memicu sentimen risk-off di pasar keuangan global.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk-off oleh eskalasi geopolitik terbaru di Timur Tengah yang melejitkan harga minyak mentah dunia," ujar Lukman, Jumat (24/7).
Menurutnya, lonjakan harga minyak mentah menjadi tekanan tambahan bagi rupiah karena Indonesia masih merupakan negara net importir minyak. Selain itu, meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian global turut menopang penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah.
Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp 17.900 hingga Rp 18.050 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
