Jaga Stabilitas Rupiah, BI Andalkan Tiga Lapis Intervensi dan SRBI

Image title
29 Juli 2026, 08:31
Rupiah BI
Katadata/Fauza Syahputra
Petugas menunjukkan pecahan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing Dolarasia Money Changer, Melawai, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global. Direktur Eksekutif Senior sekaligus Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan stabilitas makroekonomi tetap menjadi prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

Menurut Erwin, Bank Indonesia terus berkomitmen menjaga stabilitas sebagai prasyarat utama mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Di tengah ketidakpastian global yang tinggi, stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat sehingga konsisten mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi," kata Erwin dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (29/7).

Erwin mengatakan, BI tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan atau BI Rate dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Bank sentral juga memperkuat berbagai instrumen moneter lainnya agar respons kebijakan menjadi lebih efektif.

Salah satu langkah yang terus dioptimalkan adalah strategi triple intervention di pasar valuta asing. Langkah ini mencakup intervensi di pasar spot, Non-Deliverable Forward (NDF), dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). 

Selain itu, BI juga mengoptimalkan penggunaan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang didukung fasilitas insentif swap dan DNDF hedging. Menurut Erwin, kombinasi instrumen tersebut bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik bagi investor asing.

"Berbagai instrumen, termasuk triple intervention di pasar valas serta optimalisasi instrumen moneter seperti SRBI yang didukung fasilitas insentif swap dan DNDF hedging, terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung masuknya aliran modal asing," ujarnya.

Di sisi pengelolaan likuiditas, BI juga memperkuat strategi menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan. Erwin menyebut posisi SRBI kini berada dalam tren yang semakin terkendali.

Ke depan, penerbitan SRBI akan terus disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan likuiditas, sekaligus mendukung arus masuk modal asing guna memperkuat stabilitas rupiah. Tak hanya berfokus pada stabilitas, BI juga memastikan berbagai instrumen kebijakan diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Erwin mengatakan implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) akan terus diperkuat guna mendorong penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor prioritas. BI juga akan memperkuat mekanisme redistribusi likuiditas di sektor keuangan agar transmisi pembiayaan kepada dunia usaha menjadi lebih efektif.

Selain itu, bank sentral akan terus mempercepat digitalisasi sistem pembayaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi transaksi dan mendukung aktivitas ekonomi nasional.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...