Era Suku Bunga Tinggi, Pemerintah Optimistis Ekonomi Tahun Ini Masih Tumbuh 5%

Image title
29 Juli 2026, 19:34
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan paparan saat Konferensi Pers Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Semester II Tahun 2026 di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026). Pemerintah menyiapkan anggaran stimulus ekonomi semester
ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/sg
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan paparan saat Konferensi Pers Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Semester II Tahun 2026 di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026). Pemerintah menyiapkan anggaran stimulus ekonomi semester II 2026 sebesar Rp26,34 triliun yang mencakup stimulus transportasi Rp2,04 triliun, program magang dan vokasi Rp6,26 triliun, serta bantuan pangan Rp18,04 triliun untuk mendorong pencapaian pertumbuhan ekonomi ditengah gejolak global.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap mampu bertahan di atas 5% hingga akhir tahun, meski perekonomian masih dibayangi oleh tingginya tingkat suku bunga.

Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua tahun ini akan ditopang oleh peningkatan belanja pemerintah dan investasi yang diperkirakan semakin menguat. 

"Kuartal ketiga dan keempat tentu salah satu yang didorong adalah belanja pemerintah dan investasi," ujar Airlangga kepada wartawan di kantornya, Rabu (29/7).

Menurutnya, minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia masih relatif tinggi. Namun, para investor masih mengharapkan pemerintah dapat menyelesaikan sejumlah hambatan yang selama ini mengganggu realisasi investasi, terutama yang berkaitan dengan proses perizinan.

"Investasi kemarin sebetulnya minat untuk investasi relatif tinggi, tetapi mereka minta ada beberapa hal yang terkait dengan debottlenecking, termasuk di antaranya terkait dengan perizinan," katanya.

Ia mengatakan pemerintah masih terus memantau perkembangan berbagai indikator ekonomi. Meski demikian, Airlangga memastikan pemerintah tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini dapat dipertahankan di atas level 5%.

Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 bps sejak Mei. Namun dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada pekan lalu, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%.

Head of Macroeconomics & Market Research Permata Bank Faisal Rachman  memperkirakan Bank Indonesia masih berpotensi menaikkan suku bunga lagi pada kuartal ketiga tahun ini sebesar 25 bps. Hal ini seiringg ketidakpastian global dan domestik yang terus-menerus kemungkinan tidak akan mereda dalam waktu dekat, sehingga menimbulkan risiko berkelanjutan terhadap stabilitas rupiah. 

"Secara eksternal, konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah terus menimbulkan risiko kenaikan yang signifikan terhadap inflasi global dan jalur suku bunga kebijakan global," ujar dia.

Selain itu, menurut dia, kerentanan domestik juga tetap tinggi, terutama terkait potensi efek limpahan dari harga energi dan bahan bakar global yang lebih tinggi terhadap prospek inflasi, posisi fiskal, dan neraca eksternal Indonesia. Risiko-risiko ini, menurut dia, dapat berkontribusi pada pelebaran defisit kembar. 

Proyeksi serupa juga disampaikan Kepala Ekonom BCA David Sumual. Ia menilai masih ada potensi BI kembali menaikkan suku bunga acuan seiring dengan proyeksi kenaikan suku bunga The Fed. 

Meski demikian, David masih memperkirakan ekonomi Indonesia pada tahun ini masih mampu tumbuh di atas 5%.

harga minyak mentah naik jauh di atas asumsi apbn 2026

 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...