BPS Catat 49 Juta Warga RI Masih Setengah Pengangguran

Ade Rosman
5 Agustus 2026, 14:38
pengangguran, menganggur
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sekitar sepertiga penduduk bekerja di Indonesia pada Mei 2026 belum bekerja penuh. Kondisi ini tercermin dari masih besarnya jumlah pekerja paruh waktu dan setengah pengangguran yang mencapai hampir 49 juta orang.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud menjelaskan, mayoritas penduduk bekerja memang sudah masuk kategori pekerja penuh berdasarkan kategori jam kerja. Namun, masih terdapat jutaan pekerja yang jam kerjanya di bawah 35 jam per minggu.

“Pada Mei 2026, BPS mencatat persentase pekerja penuh sebesar 66,8%  atau 98,98 juta orang, pekerja paruh waktu sebesar 25,93 persen atau 38,42 juta orang, dan setengah pengangguran sebesar 7,28 persen atau 10,79 juta orang,” kata Edy dalam konferensi pers, di Jakarta, Selasa (5/8).

Angka ini menunjukkan sebanyak 33,21% atau sekitar 49,21 juta penduduk bekerja belum masuk kategori pekerja penuh. Kelompok tersebut terdiri atas pekerja paruh waktu yang tidak mencari pekerjaan tambahan serta setengah pengangguran yang masih mencari atau bersedia menerima pekerjaan lain.

Edy menjelaskan, mengacu pada standar International Labour Organization (ILO), seseorang dikategorikan bekerja apabila melakukan kegiatan ekonomi sedikitnya satu jam dalam seminggu. 

Berdasarkan jumlah jam kerja, penduduk bekerja kemudian dibagi menjadi tiga kelompok, yakni pekerja penuh dengan jam kerja minimal 35 jam per minggu, pekerja paruh waktu yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu tetapi tidak mencari pekerjaan tambahan, serta setengah pengangguran yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu dan masih mencari atau bersedia menerima tambahan pekerjaan.

Di sisi lain, kondisi pasar tenaga kerja secara umum menunjukkan perbaikan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,65 persen, turun dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 4,68 persen. Jumlah penduduk bekerja juga bertambah 522 ribu orang menjadi 148,19 juta orang, sementara jumlah pengangguran turun 24 ribu orang menjadi 7,22 juta orang.

Dari sisi status pekerjaan, persentase pekerja formal meningkat menjadi 40,70 persen pada Mei 2026 dari 40,58 persen pada Februari 2026. Jumlah pekerja formal mencapai 60,31 juta orang, sedangkan pekerja informal meningkat menjadi 87,88 juta orang.

BPS mencatat, lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja masih berasal dari sektor pertanian dengan porsi 28,75 persen, disusul perdagangan besar dan eceran sebesar 17,80 persen serta industri pengolahan sebesar 13,53 persen. 

Sementara itu, sektor akomodasi dan makan minum menjadi penyumbang penambahan tenaga kerja terbesar selama Februari hingga Mei 2026 dengan tambahan 195 ribu orang, diikuti sektor transportasi dan penyimpanan sebanyak 121 ribu orang serta aktivitas jasa lainnya sebanyak 110 ribu orang.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...