Di kuartal II 2025, pemerintah akan meluncurkan paket stimulus ekonomi dengan insentif yang termasuk bantuan subsidi upah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5%.
Pemerintah merencanakan paket insentif ekonomi terbaru di Q2 2025, meliputi bantuan subsidi upah yang tidak lebih dari Rp 600 ribu untuk pekerja berpenghasilan kurang dari Rp 3,5 juta dan guru honorer
DBS memastikan tidak ada PHK tetap, namun akan berkurangnya pekerja kontrak karena adopsi AI, menargetkan optimisasi di 19 pasar dengan strategi peningkatan keterampilan.
Seiring dengan mencapai 73.992 PHK di Indonesia hingga Maret 2025, Apindo mencatat kekhawatiran tinggi atas lonjakan pemutusan hubungan kerja, memicu seruan akan perhatian dan tindakan serius.
PHRI Jawa Barat mencatat penurunan jam kerja di hotel akibat biaya operasional tinggi dan okupansi yang rendah, dengan tingkat okupansi hanya 35%, yang diharapkan minimal 50% untuk operasional normal.
Pertamina menegaskan, tanpa pekerja yang membantu berjalannya perusahaan maka perseroan pelat merah ini tak akan mampu menjalankan bisnis dan usaha secara berkelanjutan.
Dalam peringatan May Day yang berlangsung di kawasan Monas, Jakarta, ribuan buruh hadir menyampaikan tuntutannya kepada pemerintah salah satunya yaitu penghapusan sistem outsourcing.
Presiden Prabowo Subianto menunjukkan dukungannya terhadap penghapusan sistem outsourcing, sebuah kebijakan yang akan ditinjau lebih lanjut seiring dengan pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh.
Sritex menghadapi investigasi Kejaksaan Agung atas dugaan korupsi dalam pemberian kredit bank yang berujung pada kebangkrutan dan pemutusan hubungan kerja massal.
Eks pekerja Sritex kembali bekerja berkat kontrak baru dengan investor baru, menandai langkah maju dalam pemulihan industri tekstil dan penyerapan tenaga kerja.
Di Indonesia, tenaga kerja lokal di pabrik Adidas dan Nike mencapai hampir 30% dari keseluruhan, menunjukkan kontribusi signifikan seiring dengan relokasi dan ekspansi industri tersebut.
Puma memutuskan untuk memangkas 500 posisi kerja global sebagai bagian dari strategi meningkatkan efisiensi dan profitabilitas, ditengah tantangan melambatnya permintaan di AS dan Cina.
Menteri Yassierli mengumumkan bahwa kurator Sritex sedang dalam proses mendapatkan investor baru untuk menyelamatkan perusahaan dari kondisi pailit, dengan kandidat investor dari BUMN.
Kemenker berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pendataan ulang dan rencana penempatan kembali pekerja Sritex yang telah di-PHK, dengan memanfaatkan aset perusahaan.