Sektor Pariwisata Jadi Andalan Penopang Pertumbuhan Ekonomi Semester II 2026

Ade Rosman
7 Agustus 2026, 05:00
pertumbuhan ekonomi, pariwisata, investasi
ANTARA FOTO/Chairil Indra/app/wsj.
Peserta mengikuti lomba perahu pada Festival Raimuti 2026 di Dermaga H Rahman Mansim, Manokwari, Papua Barat, Kamis (6/8/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah akan mengandalkan sektor pariwisata sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sektor tersebut ini mampu tumbuh di atas rata-rata nasional dan masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan.

Airlangga mengatakan, pemerintah tetap akan mendorong investasi sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi. Namun, di samping itu, sektor pariwisata menjadi fokus karena mampu memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

“Kuartal selanjutnya tentu investasi tetap kita dorong. Kemudian, industri yang terkait dengan pariwisata terus kita genjot,” kata Airlangga kepada wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (6/8).

Menurut dia, kinerja ekonomi di sejumlah daerah yang mengandalkan pariwisata menunjukkan hasil yang positif. Nusa Tenggara dan Bali, misalnya, mencatat pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional sehingga dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

“Ini kan salah satu yang menarik, Nusa Tenggara dan Bali itu tumbuh di atas pertumbuhan nasional. Sehingga sektor ini yang terkait dengan pariwisata terbukti bisa menggeliat dan kita bisa dorong ini untuk low hanging fruit,” katanya.

Buka Rute Penerbangan Langsung dari Thailand

Di sisi lain, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, pemerintah juga memperkuat kerja sama dengan Thailand. Airlangga mengungkapkan, Indonesia dan Thailand telah menyepakati pembukaan rute penerbangan langsung yang menghubungkan Phuket dan Bali.

Menurutnya, kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan Perdana Menteri Thailand. Pemerintah berharap konektivitas yang lebih baik akan meningkatkan arus wisatawan di kedua negara. Rute tersebut kata Airlangga akan diluncurkan dalam waktu dekat. 

“Kemarin pada saat ada Perdana Menteri dari Thailand, kita juga meminta agar jumlah turis yang ke Thailand sekitar 38 juta, kita sekitar 16 juta. Nah, nanti ada direct flight langsung dari Phuket ke Bali atau dari Bangkok ditambahkan dengan penerbangan TransNusa, sehingga hubungan tourism dua negara ini bisa meningkat,” kata Airlangga.

Ia menuturkan, pemerintah berharap penguatan sektor pariwisata dapat menopang pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026 di tengah ketidakpastian ekonomi global. Selain pariwisata, Airlangga mengatakan, pemerintah juga akan terus mendorong investasi sebagai sumber pertumbuhan agar ekonomi nasional tetap berada dalam jalur yang sesuai dengan target APBN.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...