Imbas Pernyataan The Fed, Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini
Mata uang Garuda mengawali perdagangan dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari Jumat (4/9). Dikutip dari Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di level Rp 17.627 per dolar AS menguat 0,29% atau 50 poin. Hingga pukul 09.10 WIB, rupiah bergerak kian menguat berada di level Rp 17.678 per dolar AS naik 0,28% atau 51 poin.
Adapun pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup di level Rp 17.679 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah menguat 0,47% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.763 per dolar AS.
Analis Doo Financial Lukman Leong memproyeksikan nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.
Lukman mengatakan penguatan rupiah berpotensi terjadi setelah pernyataan dovish Gubernur Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller yang menekan dolar AS sekaligus mengurangi ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga bank sentral AS.
“Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS menyusul pernyataan dovish dari pejabat The Fed Waller yang melemahkan dolar AS dan menurunkan prospek kenaikan suku bunga oleh The Fed,” kata Lukman, Jumat (4/9).
Waller sebelumnya menyatakan Bank Sentral AS terbuka untuk mempertahankan suku bunga The Fed pada pertemuan 15-16 September 2026 apabila inflasi terus menunjukkan perbaikan. Pernyataan tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga pada September kembali menurun.
Pasar juga merespons pernyataan Waller dengan pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil Treasury AS. Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September turun menjadi sekitar 50% dari sebelumnya di atas 60%.
Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.600 hingga Rp 17.750 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
