Pemerintah Tarik Utang, Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$146,5 M pada Agustus

Image title
7 September 2026, 11:32
Petugas menghitung pecahan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing Dolarasia Money Changer, Melawai, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 46 poin atau 0,26 pe
Katadata/Fauza Syahputra
Petugas menghitung pecahan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing Dolarasia Money Changer, Melawai, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 46 poin atau 0,26 persen menjadi Rp18.009 dari sebelumnya sebelumnya di level Rp17.963 per dolar AS.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bank Indonesia mengumumkan posisi cadangan devisa Indonesia sebesar US$ 146,5 miliar pada akhir Agustus 2026, naik dibandingkan posisi akhir Juli 2026 sebesar 145,3 miliar dolar AS.

“Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 tetap terjaga,” demikian penjelasan BI dalam rilis resminya, Senin (7/9)

Ia menjelaskan, perkembangan posisi cadangan devisa pada Agustus 2026 dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Di sisi lain, ada kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi. 

Menurut BI, posisi cadangan devisa pada akhir Agustus 2026 setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Selain itu Bank Indonesia juga meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik. 

“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” lanjutnya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...