Rupiah Diproyeksikan Menguat di Tengah Penurunan Harga Minyak Dunia

Image title
18 September 2026, 09:29
Petugas menghitung pecahan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing Dolarasia Money Changer, Melawai, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 46 poin a
Katadata/Fauza Syahputra
Petugas menghitung pecahan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing Dolarasia Money Changer, Melawai, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 46 poin atau 0,26 persen menjadi Rp18.009 dari sebelumnya sebelumnya di level Rp17.963 per dolar AS.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan pergerakan yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (18/9).

Melansir dari Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di level Rp 17.743 per dolar AS menguat 0,06% atau 10 poin. Pantauan Katadata hingga pukul 09.06 rupiah kian menguat berada di level Rp 17.721 per dolar AS naik 0,18% atau 32 poin.

 Adapun pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup di level Rp 17.753 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di Rp 17.696 per dolar AS. Rupiah sempat melemah hingga 60 poin ke level Rp17.753 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

 Nilai tukar rupiah diproyeksikan menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini seiring penurunan harga minyak mentah dunia.

 Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan penurunan harga minyak terjadi di tengah harapan Arab Saudi akan memulihkan sekitar setengah dari pasokan minyak yang terdampak dalam beberapa hari ke depan.

 “Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS seiring penurunan harga minyak mentah dunia, menyusul harapan bahwa Arab Saudi akan memulihkan sekitar setengah dari pasokan yang terdampak dalam beberapa hari ke depan,” kata Lukman.

 Melansir Reuters, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman November 2026 turun US$ 1,01 atau 1% menjadi US$ 103,77 per barel pada pukul 00.20 GMT. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS melemah US$ 1,03 atau 1% menjadi US$ 100,88 per barel. Kedua harga acuan tersebut sebelumnya juga ditutup turun sekitar 1% pada Kamis (17/9).

 Penurunan harga minyak terjadi ketika pasar mulai memperkirakan terdapat sejumlah jalur alternatif yang dapat digunakan untuk menjaga aliran minyak dari Timur Tengah ke pasar global.

 Perkembangan tersebut turut menekan indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi ini dinilai memberikan sentimen positif terhadap pergerakan rupiah.

 Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 17.700-Rp 17.800 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...