Menkeu Bahas Pembatalan Perombakan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya
Menteri Keuangan, Suahasil Nazara membahas permintaan Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama untuk membatalkan perombakan terakhir yang dilakukan oleh Purbaya Yudhi Sadewa saat menjabat Menkeu.
Purbaya sebelumnya melakukan perombakan besar-besaran di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pada Kamis (10/9).
“Lagi dibicarakan sepertinya,” kata Suahasil usai konferensi pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (18/9).
Namun, Suahasil belum memberikan keputusan terkait pembahasan tersebut. Ia baru akan membeberkannya ketika pembahasan telah rampung. “Nanti saja, kalau sudah jadi,” katanya.
Di sisi lain, Dirjen Pajak, Bimo Wijayanto juga menyebut masih membahas secara internal mengenai perombakan tersebut. Bimo sebelumnya menyebut bahwa terdapat nama-nama “ajaib” dari rotasi yang dilakukan Purbaya tersebut.
“Rotasi biasa. Rotasinya biasa. Ini mau saya rapatkan, saya tidak bisa ngomong, baru mau rapat,” kata Bimo.
Sebelumnya, Bimo mengaku mengendus adanya kejanggalan terkait perombakan ratusan pejabat yang dilakukan di era Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Terakhir, Purbaya melakukan perombakan sekitar 400 orang pejabat, dari tingkat eselon II, eselon III, pejabat noneselon, kepala badan, hingga jajaran direksi Special Mission Vehicle (SMV). Sebagian besar perombakan tersebut mencakup di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Bimo menduga adanya nama-nama "ajaib" yang tidak melewati tahapan sesuai proses semestinya. Meskipun demikian, ia mengaku rotasi yang dilakukan Purbaya juga mendapat andil berupa usulan darinya.
“Rotasi itu kan usulan kami. Cuma memang ada beberapa nama-nama 'ajaib' yang tidak ikut proses assessment, talent management,” kata Bimo kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (16/9).
Ia menyebut hal itulah yang kemudian mendorong dirinya dan Dirjen Bea Cukai, Djaka Budi Utama, meminta pembatalan perombakan tersebut. Menurutnya, nama-nama tersebut dapat mengganggu stabilitas internal.
“Tidak bagus bagi pasukan yang lain yang susah payah ikut assessment, ikut ujian, ikut talent management,” katanya.
Bimo mengatakan, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan komitmen untuk melaksanakan penyaringan talenta dengan sebaik-baiknya. Nantinya, pejabat yang tak memenuhi syarat akan dikembalikan ke posisi awalnya.
Sebelum dicopot dari posisi menteri keuangan, Purbaya sempat merombak ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan pada Kamis (10/9).
Purbaya merombak pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional, dan Pejabat pada Unit Organisasi Non Eselon Kemenkeu.
Menurut Purbaya, perombakan itu merupakan bagian dari rotasi biasa. Purbaya pun membantah rumor yang beredar berkaitan dengan jual beli jabatan di lingkungan Kemenkeu.
“Terkait mutasi ini, ada isu di TikTok yang menyebutkan ‘Pak Purbaya mengumpulkan uang Rp 100 miliar untuk posisi tertentu’. Saya bingung dari mana isu itu keluar?” kata Purbaya Kamis (10/9).
Dia mengaku bingung, dan membantah isu tersebut. Purbaya pun menanyakan isu tersebut kepada Sekretaris Jenderal Kemenkeu, Robert Leonard Marbun. "Itu rumor saja. Jadi ini betul-betul professional-based,” klaimnya.
Purbaya menjelaskan, alur rotasi di Kemenkeu yakni berdasarkan usulan, lalu diberi penilaian oleh Sekjen dan dirinya. “Kalau bagus ya naik, kalau tidak bagus ya tidak jadi,” kata Purbaya.

