India Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5%, Pertama dalam Empat Tahun Imbas Ekonomi Kuat

Agustiyanti
7 Oktober 2026, 12:16
Rupee India jatuh ke titik terendah sepanjang masa di angka 95,7375 per dolar, dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak, berkurangnya harapan akan kesepakatan perdamaian Amerika Serikat-Iran, arus keluar portofolio yang berkelanjutan, dan melemahnya sentime
Soumyabrata Roy/NurPhoto via Reuters
Rupee India jatuh ke titik terendah sepanjang masa di angka 95,7375 per dolar, dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak, berkurangnya harapan akan kesepakatan perdamaian Amerika Serikat-Iran, arus keluar portofolio yang berkelanjutan, dan melemahnya sentimen.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bank sentral India menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,5% pada Rabu (7/10). Ini merupakan kenaikan pertama dalam hampir empat tahun terakhir di tengah meningkatnya inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang kuat.

Langkah India seiring dengan bank-bank sentral utama lainnya yang telah menaikkan suku bunga. Kenaikan suku bunga dipilih untuk merespons lonjakan harga minyak akibat konflik Iran memicu inflasi, menggerus daya beli, dan menekan nilai tukar mata uang. Curah hujan monsun yang rendah akibat fenomena El Niño juga turut memperparah tekanan harga di negara dengan ekonomi terbesar ketiga di Asia ini.

Dewan kebijakan suku bunga yang beranggotakan enam orang sepakat secara bulat untuk mendukung kenaikan suku bunga. Sikap kebijakan moneter diubah dari netral menjadi pengetatan terukur.

"Jelas bahwa prospek inflasi tidak lagi ringan," ujar Gubernur Sanjay Malhotra dalam pidato kebijakannya.

Hampir 60% ekonom dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan adanya kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Inflasi harga konsumen naik menjadi 4,82% pada Agustus dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui target jangka menengah Reserve Bank of India sebesar 4% selama tiga bulan berturut-turut. Kenaikan harga bahan bakar dan pangan kini berdampak luas pada perekonomian. 

Hampir separuh dari komponen keranjang konsumsi mengalami inflasi di atas 4%.

Pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi tetap kuat, memberikan keleluasaan lebih besar bagi bank sentral untuk menaikkan biaya pinjaman bagi konsumen dan dunia usaha.

Pertumbuhan PDB untuk kuartal April-Juni tercatat sebesar 7,8%, jauh melampaui perkiraan bank sentral yang sebesar 7%.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...