Defisit APBN Rp 319 T per September 2026, Setara 1,24% PDB
Kementerian Keuangan mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp 319,0 triliun atau setara 1,24% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga September 2026. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menilai posisi APBN saat ini masih berada dalam jalur untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan.
Suahasil menjelaskan, hal ini, antara lain tercermin dari realisasi pendapatan negara yang telah mencapai Rp 2.341,5 triliun atau 74,5% dari target. Di sisi lain, belanja negara telah mencapai Rp 2.660,5 triliun atau sekitar 69% dari target.
“Ini biasanya kami laporkan secara detail setiap bulan. Ini nanti angka ini akan kami laporkan secara detail besok pagi lewat press conference APBN Kinerja dan Fakta,” ujar Suahasil dalam acara Investor Daily Summit 2026, Kamis (8/10).
Suahasil menilai kinerja APBN hingga kuartal III 2026 masih sesuai dengan jalur yang direncanakan pemerintah. Realisasi belanja negara diperkirakan akan meningkat pada pengujung tahun.
“Belanja negara sudah Rp 2.660,5 triliun. Ini adalah 69%. Relatively on track. Tentu nanti akan ada percepatan belanja di terutama di November dan Desember,” katanya.
Suahasil menuturkan, APBN sejak awal dirancang mengalami defisit. Belanja negara dibuat lebih besar dibandingkan pendapatan untuk mendukung aktivitas ekonomi dan berbagai program pembangunan pemerintah.
Namun, pemerintah tetap berkomitmen menjaga kredibilitas APBN sembari menggunakan anggaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan melindungi masyarakat.
“APBN akan terus menjadi APBN yang menumbuhkan, APBN yang melindungi, dan APBN yang akan terus kredibel,” kata dia.
Di sisi lain, Suahasil memastikan akan menjaga kesehatan fiskal pada 2027. Dalam APBN 2027, pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp 3.435 triliun, sedangkan belanja negara ditetapkan Rp 4.100 triliun.
Dengan target tersebut, pemerintah memperkirakan defisit APBN 2027 mencapai Rp 671 triliun atau sekitar 2,4% dari PDB.
“Defisit 2,4% menegaskan kembali komitmen dari pemerintah untuk menjaga defisit APBN di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto,” kata Suahasil.
