Rupiah Menguat Jadi Rp 17.896 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah dibuka menguat 19 poin atau 0,11% dari penutupan sebelumnya Rp 17.915 per dolar AS menjadi Rp 17.896 per dolar AS pada Jumat pagi (9/10), merujuk pada data Bloomberg.
Analis Doo Financial Lukman Leong memperkirakan rupiah menguat karena meredanya tekanan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS dan melemahnya indeks dolar AS.
Sebelumnya, yield obligasi Treasury AS 10 tahun menembus 5,365% pada Rabu (7/10) waktu setempat, level tertinggi sejak April 2002. Imbal hasil obligasi 30 tahun juga mencapai 5,732%, level tertinggi sejak Mei 2002.
Kemudian, imbal hasil Treasury 10 tahun meninggalkan level tertingginya setelah Departemen Keuangan AS menjual obligasi bertenor 10 tahun senilai US$ 39 miliar melalui lelang.
“Sentimen positif ini didorong oleh meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai di Timur Tengah, menyusul pernyataan Trump mengenai adanya perkembangan positif dalam perundingan dengan Iran,” kata Lukman saat dihubungi, Jumat (9/10).
Sementara itu, faktor domestik yang mempengaruhi di antaranya para investor yang dinilai menantikan rilis data penjualan ritel Agustus.
Pada pukul 09.08 WIB, rupiah menguat ke level Rp 17,901 per dolar AS.
