Suahasil Targetkan Defisit APBN 2,8% sampai Akhir Tahun
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 2,8% terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga akhir tahun.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan target tersebut seusai menghadiri acara roundtable Danantara Indonesia bertajuk Reform, Transparency and Capital: Indonesia’s Financial Sector and the Role of Danantara di Bangkok, Thailand, Selasa (13/10).
“(Target) 2,8% sampai akhir tahun,” kata Suahasil kepada wartawan seusai acara tersebut.
Bendahara negara itu menuturkan, pemerintah optimistis dapat mencapai target tersebut sejalan dengan optimisme Presiden Prabowo Subianto dalam dua tahun terakhir. Prabowo sendiri yakin bahwa defisit APBN dapat ditekan.
Sementara itu, Suahasil menilai forum Danantara dapat dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan bilateral. Ini sekaligus membangun komunikasi dengan berbagai stakeholder di sektor keuangan.
Selain dihadiri berbagai pemangku kepentingan di sektor keuangan RI seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Bank Indonesia (BI), forum tersebut juga dihadiri perwakilan lembaga penyedia indeks global, termasuk MSCI dan JPMorgan.
Sebelumnya, Kemenkeu mencatat defisit APBN mencapai Rp 319 triliun atau setara 1,24% terhadap PDB hingga September 2026. Angka tersebut berasal dari realisasi pendapatan negara sebesar Rp 2.341,5 triliun, atau 74,5% dari target, dan belanja negara sebesar Rp 2.660,5 triliun, atau sekitar 69% dari target.
Suahasil sebelumnya menilai kinerja APBN hingga kuartal III 2026 masih sesuai dengan rencana pemerintah. Kendati demikian, realisasi belanja negara diperkirakan meningkat pada dua bulan terakhir tahun ini seiring percepatan belanja pada November dan Desember.
“Belanja negara sudah Rp 2.660,5 triliun. Ini adalah 69%. Relatively on track. Tentu nanti akan ada percepatan belanja terutama di November dan Desember,” ujar Suahasil dalam acara Investor Daily Summit 2026, Kamis (8/10).
