Rupiah Dibuka Melemah Jelang BPS Umumkan Data Inflasi, Capai 18.150 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Senin (2/10) pagi. Melansir data spot Bloomberg, rupiah berada di angka 18.150 per dolar AS.
Angka ini lebih lemah 3 poin atau sekitar 0,02% dari penutupan terakhir yang mana rupiah berada di angka 18.147 per dolar AS.
Analis Doo Financial, Lukman Leong, mengatakan para investor menantikan data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai data ekonomi domestik yang akan diumumkan pada Senin (2/11) siang.
“Investor menantikan serentetan data ekonomi domestik siang ini diantaranya inflasi dan perdagangan,” kata Lukman saat dihubungi, Senin (2/11).
Di sisi lain, ia menilai harga minyak mentah yang turun lantaran harapan perundingan damai untuk mengakhiri perang AS dan Iran dinilai dapat mendukung rupiah.
“Namun sentimen domestik umumnya masih lemah oleh sell off asing di pasar ekuitas,” kata dia.
Lukman memperkirakan, pergerakan rupiah hari ini datar, berada pada kisaran 18.100-18.200 per dolar AS.
Adapun, pada Senin (2/11) siang, BPS akan mengumumkan sejumlah data eknonomi, meliputi: perkembangan Indeks Harga Konsumen Oktober 2026; Indeks Harga Perdagangan Besar Oktober 2026; Indeks Harga Produsen Triwulan III-2026; perkembangan ekspor dan impor September 2026; perkembangan Nilai Tukar Petani Oktober 2026; perkembangan pariwisata September 2026; perkembangan transportasi Indonesia September 2026.
Kemudian data luas panen dan produksi padi di Indonesia (Hasil KSA Amatan September 2026); serta luas panen dan produksi jagung di Indonesia (Hasil KSA Amatan September 2026).
