Ekspor dan Impor Melesat, Neraca Perdagangan September Surplus US$ 3,36 Miliar

Ade Rosman
2 November 2026, 12:05
neraca perdagangan, ekspor, impor
ANTARA FOTO/Muhammad Rifki Hasan/kye
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pusat Statistik mencatat, neraca perdagangan pada September 2026 mengalami surplus sebesar US$ 3,36 miliar. Kinerja ini sedikit menurun dibandingkan surplus pada bulan sebelumnya yang mencapai US$ 3,55 miliar maupun kinerja September 2025 yang mencapai US$ 4,55 miliar. 

Adapun surplus neraca perdagangan ini diperoleh berkat kinerja ekspor yang mencapai US$ 27,59 miliar, lebih tinggi dibandingkan impor sebesar US$ 24,23 miliar. 

Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, kinerja ekspor meningkat 11,87% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik hingga 12,39% menjadi US$ 26,64 miliar, sedangkan ekspor migas turun 0,99% menjadi US$ 0,95 miliar.

"Kenaikan ekspor nonmigas terutama didorong oleh beberapa komoditas, yaitu lemak dan minyak hewan nabati naik 89,04% secara yoy, tembaga dan barang daripadanya juga naik cukup tinggi 165,97% secara yoy, mesin dan perlengkapan elektrik juga naik 24,37% secara yoy," ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/11). 

Di sisi lain, Ateng mencatat, kenaikan impor pada September 2026 lebih tinggi dibandingkan ekspor yakni mencapai 18,41% secara tahunan. Kenaikan impor terutama didorong oleh komoditas migas yang mencapai 23,94% menjadi US$ 3,27 muliar. Sedangkan impor komoditas nonmigas naik 17,59% menjadi US$ 20,96 miliar.

BPS mencatat, neraca perdagangan mencatatkan surplus secara kumulatif sepanjang Januari-September 2026 mencapai US$ 10,61 miliar. Capaian ini anjlok dibandingkan Januari-September 2025 yang mencapai US$ 33,54 miliar.

Neraca perdagangan nonmigas secara kumulatif pada tahun ini mencatatkan surplus US$ 34,21 miliar, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 47,4 miliar. Sedangkan defisit pada neraca perdagangan nonmigas secara kumulatif membengkak dari US$ 13,86 miliar menjadi US$ 23,6 miliar. 

 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...