Impor RI Melonjak Hampir 20% Sepanjang Januari-September, Kebanjiran Barang Cina
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Impor Indonesia sepanjang Januari-September 2026 melonjak 19,67% mencapai US$ 210 miliar. Kenaikan ini, terutama disumbangkan oleh impor nonmigas asal Cina yang mencapai US$ 76,16 miliar.
Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS, Ateng Hartono menuturkan, Cina menjadi negara asal impor nonmigas terbesar Indonesia. Impor dari negara ini didominasi mesin dan perlengkapan elektrik atau kode HS 85.
“Impor nonmigas dari Tiongkok terutama didominasi oleh impor mesin peralatan elektrik atau HS 85 dengan share 22,13% dan tumbuh cukup tinggi, yaitu 27,83% secara c-to-c-nya,” kata Ateng dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/11).
BPS mencatat, kenaikan impor Indonesia secara kumulatif terjadi pada komoditas migas maupun nonmigas. Impor migas tercatat sebesar US$ 32,57 miliar atau melonjak 37,35%. Sedangkan impor nonmigas mencapai US$ 178,06 miliar atau meningkat 16,92%.
Selain Cina, Jepang dan Australia juga menjadi negara pemasok utama barang impor nonmigas Indonesia. Jika diakumulasikan, ketiganya menyumbang 52,94% dari total impor nonmigas nasional.
Impor nonmigas dari Jepang tercatat sebesar US$ 104,04 miliar yang didominasi mesin dan peralatan mekanik atau HS 84. Sementara itu, impor nonmigas dari Australia mencapai US$ 8,07 miliar, terutama berupa logam mulia dan perhiasan atau permata.
Adapun khusus pada September 2026, total impor Indonesia mencapai US$24,23 miliar atau meningkat 18,41% secara tahunan.
